Model advokasi dan pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dinilai menghadapi tantangan besar di era digital. Kehadiran gerakan berbasis platform daring hingga social enterprise menjadi “penantang tak kasat mata” bagi organisasi nirlaba konvensional.
Menjawab fenomena tersebut, akademisi sekaligus praktisi sosial Dr. Barid Hardiyanto meluncurkan ebook berjudul Disrupsi LSM: Arah Baru di Tengah Perubahan Zaman. Buku ini menawarkan peta jalan baru bagi organisasi sosial agar tetap relevan di tengah gempuran perubahan.
“Perubahan zaman menuntut pembaruan strategi. Melalui ebook ini, saya mencoba memetakan bagaimana organisasi sosial dapat bertahan di tengah disrupsi,” ujar Dr. Barid Hardiyanto saat peluncuran.
Isi Buku
Dalam bukunya, Dr. Barid menekankan dua pilihan strategis bagi LSM:
Reshape – merancang ulang program yang ada agar sesuai dengan kebutuhan zaman.
Create – menciptakan solusi baru yang lebih inovatif dan radikal.
Selain itu, buku ini juga membahas:
Peta Perubahan: analisis pergeseran donatur, penerima manfaat, dan isu sosial baru.
Strategi Adaptasi: panduan praktis memilih antara modernisasi atau inovasi.
Mindset Baru: dorongan untuk meninggalkan pola pikir birokratis menuju pola pikir disruptif yang lincah.
Ketersediaan

Ebook Disrupsi LSM ditujukan bagi mahasiswa, peneliti, dan pegiat sosial yang ingin memahami arah baru gerakan sipil. Publik dapat memperoleh buku ini dengan kontribusi Rp 40.000 melalui pemesanan langsung kepada penulis atau melalui transfer ke rekening berikut:
- BRI: 041701022141506 (a.n. Barid Hardiyanto)
- BNI: 0311520132 (a.n. Barid Hardiyanto)


