NASIONAL– Dewan Pers melayangkan kritik kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hanya mengajak sejumlah pegiat seni dan influencer dalam kunjungan ke IKN Nusantara, Kalimantan Timur, Minggu 28 Juli 2024 lalu.
Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mengaku heran kenapa hanya YouTuber dan Influencer yang diajak sedangkan pers tidak turut diajak serta.
“Saya heran kenapa Presiden datang kemarin ke IKN mengajak YouTuber dan influencer. Mustinya diajak pers, dong,” kata Ninik dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (1/8/2024).
“Pers bisa melihat dengan jernih, sebetulnya dengan segala komprehensif kebijakan IKN untuk diketahui publik tentang ibu kota negara baru,” imbuhny.
Menurut Ninik, mengajak wartawan jauh lebih penting ketimbang pegiat seni dan Influencer. Alasannya, wartawan bisa menggunakan prinsip-prinsip jurnalistik, kerja-kerja demokratis, dan kerja secara profesional.
Dia menambahkan, wartawan bisa menyajikan pemberitaan yang memiliki kualitas yang tinggi terkait ibu kota Negara Nusantara.
“Kita jadi bingung saat Bapak Presiden ke IKN yang diajak malah influencer,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menjelaskan alasan Presiden mengajak sejumlah influencer untuk tujuan sosialisasi agar masyarakat mengetahui kondisi terkini IKN.
“Ya namanya IKN kan perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Inginnya kita mengajak siapa sajalah agar suasana IKN itu bisa terdiseminasikan ke masyarakat,” kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Dia mengatakan, Jokowi akan mengajak kelompok masyarakat lain untuk berkunjung ke IKN. Pratikno menuturkan hal ini agar masyarakat bisa melihat keseriusan pemerintah membangun ibu kota baru yang sangat sulit.
“Kebetulan kita ya sedikit demi sedikit itu bergantian kita mengajak siapapun untuk bisa ikut menyampaikan kepada masyarakat kondisi IKN, keseriusan pemerintah dalam membangun IKN dan juga effort upaya yang luar biasa tidak mudah untuk membangun sebuah kota baru dengan infrastruktur ya betul-betul baru lah ya,” jelasnya. (Angga Saputra)









