PURWOKERTO – Pandemi yang masih melanda ditambah dengan aturan larangan mudik, membuat pusat oleh-oleh di Sawangan Purwokerto tidak banyak dikunjungi pembeli.
Pembelinya masih tetap ada, tetapi tidak sebanyak sebelum pandemi yang kebanyakan adalah dari luar kota.
Pandemi Covid-19, yang melanda pada awal 2020 membuat sektor usaha dan oleh-oleh di Sawangan Purwokerto sempat lesu.
Pusat oleh-oleh Sawangan, Purwokerto menyediakan berbagai panganan khas Banyumas mulai getuk goreng, mendoan, mino, nopia, lanting, hingga jenang wajik.
Kondisi ini dirasakan salah satunya adalah oleh Sugiyanto, penjual Getuk Goreng di Sawangan Purwokerto.
“Belum terlalu ramai, pengunjung sepi, tapi memang tahun lebih baik dari pada tahun lalu, ada peningkatan walau sedikit,” katanya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (16/5/2021).
Ia mengatakan primadonanya yang masih banyak dicari tetap mendoan dan getuk goreng Sokaraja.
“Kalau getuk itu rata-rata pada beli sekilo sampai dua kilo, sedangkan mendoan pada beli yang isinya 40 lembar,” katanya.
Namun dikatakannya karena pandemi ini, permintaan tetap turun, dari yang normalnya dia biasa menjual ratusan kilo kini paling hanya puluhan kilogram getuk goreng.
Sementara itu penjual lain, Yuniati mengatakan menjual sekilo getuk goreng seharga Rp 35 ribu.
Ia menyediakan beragam rasa, di antaranya durian, nangka, original, serta cokelat.
Di toko oleh-oleh Sawangan, pembeli bisa membeli mendoan mentah yang masih terbungkus daun pisang seharga Rp 40 ribu.
Paket ini berisi dua lembar tempe mendoan ukuran besar.
Tempe mendoan khas Banyumas itu dibungkus daun pisang, bentuknya tipis-tipis diselimuti ragi.
Anda yang ingin berburu oleh-oleh di Sawangan, bisa berjalan kaki sekira 10 menit ke arah barat dari alun-alun Purwokerto.
Di sana, Anda akan menemui deretan toko yang menjual beragam oleh-oleh khas Purwokerto. (jti)






