INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Cikungunya Jadi Ancaman Serius di Sokanandi Banjarnegara

Minggu, 12 Desember 2021

Banjarnegara – Wabah cikungunya dan demam berdarah masih mengancam masyarakat Banjarnegara, termasuk warga RT 03 RW 01 Kelurahan Sokanandi, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara.

Sadar akan ancaman cikungunya di wilayahnya, warga Kelurahan Sikanandi melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara mandiri bersama dengan satgas jumantik Kabupaten Banjarnegara.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Sokanandi Tulus Yudani Irianto mengatakan, saat ini cikungunya menjadi ancaman serius, terutama saat intensitas hujan yang tinggi akhir akhir ini.

“Memang di lingkungan RT kami belum ada warga yang terkena cikungunya, namun beberapa gejala yang mengarah kepada ciri ciri tersebut sudah mulai nampak,” katanya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Gerakan PSN dilakukan dengan menyasar seluruh wilayah RT 03 RW 01 dan masuk ke rumah-rumah warga sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Berdasarkan laporan yang masuk, beberapa warga mengeluh merasakan demam, pusing dan nyeri sendi sehingga pengurus RT mengambil langkah pendampingan dan konsultasi dengan Bidan Kelurahan untuk mengarahkan warga agar segera berobat ke fasilitas kesehatan.

Bidan Kelurahan Sokanandi Ajeng Hera Fatmanila mengatakan, beberapa langkah dan upaya edukasi terus dilakukan kepada masyarakat. Salah satunya dengan mengadakan Pemberantasan Sarang Nyamuk secara mandiri di rumah.

“Upaya 3 M plus kami sosialisasikan agar warga jangan lelah dan bosan menerapkan sebagai langkah atau upaya preventif,” ujarnya.

Upaya 3 M plus yang harus dilakukan yakni dengan menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air seperti bak mandi, ember air, kemudian menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain-lain. Selain itu, mengubur barang bekas yang dapat menjadi genangan air sehingga timbul jentik jentik nyamuk.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Cegah Banjir, Warga Karanganyar Kebumen Buat Tanggul Darurat

Selanjutnya

Peserta Lomba Dayung Tenggelam di Sungai Adipala, 1 Tewas dan 1 Korban Lain dalam Pencarian

TERBARU

Rekor Baru, Penumpang Daop 5 Purwokerto Tembus 36 Ribu per Hari

Rekor Baru, Penumpang Daop 5 Purwokerto Tembus 36 Ribu per Hari

Kamis, 26 Maret 2026

KKN HUTAN KITA

TEMAN MASA KECIL

Kamis, 26 Maret 2026

Luapan Bendungan Cisadap, 7.536 KK Terdampak Banjir di Ketanggungan Brebes

Luapan Bendungan Cisadap, 7.536 KK Terdampak Banjir di Ketanggungan Brebes

Kamis, 26 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Jumat, 13 Maret 2026

Selanjutnya

Peserta Lomba Dayung Tenggelam di Sungai Adipala, 1 Tewas dan 1 Korban Lain dalam Pencarian

Kecelakaan di Banjarnegara, Sepeda Motor Hantam Mobil Hingga Tersangkut di Bagian Depan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com