INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Cerita Pasutri Asal Banyumas, Terima Penghargaan Karena Tolak Segala Bentuk Pemberian dari Peserta Pemilu 2024

Senin, 19 Februari 2024

Pasangan suami isteri (Pasutri) asal Desa Kebocoran Kecamatan Kedungbanteng, Pardi dan Sukinah, mereka menerima penghargaan atas sikapnya yang teguh dalam memegang prinsip menolak segala bentuk pemberian uang maupun barang dari para peserta Pemilu 2024 yang berlangsung 14 Februari kemarin.

Penghargaan untuk Pardi dan Sukinah disampaikan oleh Lembaga Kajian Desa Nusantara (LKDN), dan juga perwakilan dari Ormas NU Ranting Desa Ranting Kebocoran, Senin (19/2/2024).

Baik Pardi maupun Sukinah masing-masing memperoleh piagam penghargaan dan uang senilai Rp 1.000.000 dari LKDN. Piagam yang sama juga diterima Pardi dan sukinah dari Ormas NU Ranting Kebocoran dan juga uang penghargaan oleh perwakilan organisasi, Abdul Aziz ridlo.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Usai menerima penghargaan tersebut, Pardi menuturkan, kenapa dirinya menolak segala bentuk pemberian dari para peserta Pemilu 2024. Semuanya itu, kata Pardi, dilatarbelakangi karena dorongan keimananlah yang telah menuntutnya sebagai seorang muslim untuk meninggalkan segala hal yang diharamkan oleh Alloh dan Rasulnya.

“Dalil sahih itu landasan saya, bahwa Rasulullah melaknat manusia yang menerima maupun yang menyuap. Dalam riwayat lain disebutkan, ada kata dan perantaranya, itu motivasi saya, dorongan saya dalam mencari keridhoan Allah,” ungkapnya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Pardi mengaku dirinya menolak bukan lantaran tidak ada orang yang mendatangi dirinya, karena dalam Pemilu 2024 kemarin pun ia didatangi oleh beberapa orang yang menawarkan untuk memberi amplop berisi uang. Tapi, semuanya ia tolak.

Pria berusia 43 Tahun ini mengatakan, prinsip itu sudah ia jalani sejak dulu dan ia tanamkan kepada keluarga. Sehingga, ketika datang musim pesta demokrasi hingga pemilihan kepala desa, keluarga Pardi selalu menolak pemberian dari para peserta Pemilu baik dalam bentuk uang maupun barang.

“Kemarin ini ya ada, ada berapa yang datang, ada sekitar lima orang dan saya dengan ikhlas tidak mau menerimanya,” katanya.

Perwakilan dari LKDN Banyumas, Dr Siis Suhasto Spd MM mengungkapkan bahwa sikap dari keluarga Pardi merupakan contoh yang sangat hebat bagi masyarakat luas. Khususnya di Desa Kebocoran, dimana 4000-an warga yang ikut sebagai pemilih dalam Pemilu 2024 ternyata masih terisisip satu keluarga yang bersikap sangat baik dan bisa menjadi suri tauladan warga masyarakat.

“Meski beliau rumah masih ngontrak, anak juga masih kecil, PKH tidak dapat tapi sikapnya menolak pemberian dari caleg maupun uang dari tim Capres benar-benar menjadi suri tauladan bagi kita semua yang belum bisa melaksanan praktek seperti Pak Pardi,” katanya.

Terkait dengan fenomena money politik dalam Pemilu 2024, Siis mengatakan, praktik lancung seperti itu pada dasarnya terjadi di setiap desa, karena prinsipnya setiap orang membutuhkan uang.

“Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap orang ketika dikasih uang oleh para peserta Pemilu, mereka rata-rata bersedia menerimanya, dan pak Pardi terbentengi oleh ilmu agama yang luar biasa yang menjadi pertimbangan bagi dirinya.
Pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini adalah tentang moralitas, kepribadian dan tingkah laku,” kata Siis yang juga seorang guru olahraga di SMP negeri 4 Purwokerto ini.

Dia menambahkan, LKDN sejauh ini telah melakukan survey dengan metode random sampling sejak hari dimulainya kampanye sampai dengan 14 Februari 2024 pukul 06.00 WIB. Metode itu dianggap LKDN selain efektif juga berbiaya tidak besar karena dilakukan hampir di seluruh titik desa. Sayangnya, kata Siiss, dari hasil survey LKDN, pihaknya tidak mendapati hasil yang sesuai harapan, karena tingkat prosentase money politic masih begitu tinggi.

“Sesuai hitungan survey yang kita laksanakan itu rendah sekali. Dari sekian orang yang kita survey kita sebenarnya mengharapkan ada 20 orang yang bisa seperti keluarga Pardi. Tapi faktanya, jika dihitung secara prosentase hanya 0,5 persen. Ini sangat berbahaya, akan mempengaruhi nasib ke depan bangsa ini, termasuk untuk Banyumas secara umum dan di sini di Desa Kebocoran,” ungkapnya.

Siis berharap, keluarga Pardi bisa menjadi contoh yang bisa tersampaikan ke masyarakat, sehingga ke depan tidak lagi ada money politik.

“Lha nanti kalau pejabat saat mulai bekerja saja sudah minus, bagaimana mau bekerja dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LKDN, Nur Rozuqi melalui video call WhatsApp menyampaikan apresiasi terhadap keluarga Pardi. Dia bangga masih ada orang yg kukuh dan berani tidak menjual diri demi tegaknya NKRI.

“Sulit ditemukan di negri ini, dan semoga yang akan datang ini bisa menjadi inspirasi, ” katanya.

Dia juga berpesan kepada Pardi untuk tetap Istiqomah dan terus bersikap kukuh terhadap pendirian.

“Kita menyandarkan diri kepada Allah bukan orang lain. Rejeki dan Pati datangnya Alloh bukan dari Paslon maupun caleg. Terima kasih, meski targetnya 20 orang ternyata hanya 1 orang namun setidaknya masih ada warga yg peduli terhadap demokrasi,” tegas Nur.

Ditawari Pekerjaan Hingga Tempati Rumah Gratis

Pardi dan Sukinah di rumah kontrakannya di Desa Kebocoran RT 01 RW 02 Kedungbanteng

Pasangan Pardi dan Suminah bukanlah keluarga berada. Pasutri itu hidup di rumah yang bentuknya sangat sederhana, dan itu juga statusnya merupakan rumah ngontrak. Mereka hidup bersama satu anak yang masih kecil. Keseharian Pardi sebagai kepala keluarga hanya sebagai buruh harian lepas.

Tidak terlihat di rumah kontraknya itu televisi, juga satu set meja untuk tamu. Pun dengan kendaraan, Pardi tidak memiliki satu pun jenis kendaraan. Mereka juga saat ini bukan tercatat sebagai keluarga penerima manfaat dalam berbagai program Bantuan Sosial (Bansos) termasuk PKH. Namun, Pardi dan Sukinah, bersikap bahwa mereka tidak akan pernah mau menerima apapun dari para peserta Pemilu 2024, baik uang maupun dalam bentuk barang.

Sikap Pardi dan istrinya mengundang simpati sejumlah warga. Pada saat penyerahan penghargaan oleh LKDN, sejumlah perwakilan dari Formomincam hadir mulai dari Babinsa, Bimas, Panwaslu dan tokoh NU Desa Bocoran.

Dalam kesempatan itu, perwakilan dari LKDN, DR Siis Suhasto SPd MM langsung menawarkan kepada Pardi mulai dari pekerjaan hingga rumah layak huni yang ia miliki untuk dihuni keluarga tersebut.

“Saya simpati dengan pak Pardi dan Bu Sukinah. Rumah masih di bawah layak, kebetulan saya punya rumah kosong dan habis kontrak orang selesai. Apabila beliau berkenan silahkan untuk ditempati dan saya urus juga surat kepindahan sekolah untuk anaknya,” kata Siis.

Dia juga menawarkan kepada Pardi pekerjaan baginya. Ada beberapa pekerjaan yang kebetulan masih membutuhkan tenaga dan masih lowong.

“Terkait pekerjaan kebetulan saya punya kolam yang harus dirawat, peternakan kambing, rumput, LPK dan tempat fitnes juga masih membutuhkan tenaga untuk pengelolaannya. Beliau kalau mau minta gaji 2 juta saya langsung siap, itu di luar rumah tinggal dan ini bukan janji Caleg, ini karena kepedulian saya saja dan kebetulan saya ada kesempatan,” kata Siis.

Angga Saputra 

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Dapil ‘Neraka’ Banyumas 2, Suara 9 Caleg PDI-P Rata-rata di atas 2000 dari 57,35 Persen Perhitungan Masuk

Selanjutnya

Ratusan Mahasiswa Demo Hingga Bakar Ban, Anggap Demokrasi Indonesia Alami Kemunduran

TERBARU

Gerimis tak menghalangi tawa, Dagelan Calung “Asmara Suta” Meriahkan Banyumas Culture Festival 2026

Gerimis tak menghalangi tawa, Dagelan Calung “Asmara Suta” Meriahkan Banyumas Culture Festival 2026

Senin, 16 Februari 2026

Sinergi Warga dan Polisi, Kasus Sabu di Kalibagor Terungkap

Sinergi Warga dan Polisi, Kasus Sabu di Kalibagor Terungkap

Minggu, 15 Februari 2026

Aksi Curas di Kebasen : Korban Terikat, Uang dan Perhiasan Raib

Aksi Curas di Kebasen : Korban Terikat, Uang dan Perhiasan Raib

Minggu, 15 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Jumat, 13 Februari 2026

Selanjutnya

Ratusan Mahasiswa Demo Hingga Bakar Ban, Anggap Demokrasi Indonesia Alami Kemunduran

Yanuar Arif Dorong KPPS dan PPK Bersikap Profesional Dalam Proses Rekapitulasi Pemilu di Jateng 8

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com