Banyumas – Kekurangan air bersih sudah melanda wilayah Banyumas, dan sekitarnya tepatnya memasuki pertengahan Mei 2021. Sehingga BPBD di wilayah tersebut, sudah melakukan droping air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.
Namun karena saat ini masih dalam kondisi pandemi, sehingga saat pemberiaan air bersih kepada masyarakat mempergunkanan protokol kesehatan ketat pencegehaan Covid- 19.
Kepala BPBD Cilacap Tri Komara Sidi mengatakan sudah ada enam desa yang sudah dilakukan droping air bersih, setiap melakukan droping air bersih pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak berkerumun, dan harus memakai masker. Hal ini dilakukan guna mencegah kluster Covid- 19, pada saat pendistribusian air bersih.
“ Kita memberitahu kepada masyarakat, jaga jarak, embernya jangan pada mepet. Jangan sampai ada kluster droping air bersih,” kata Tri Komara.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Banyumas Ariono mengatakan pihaknya sedang menetapkan SOP penyaluraan air bersih kepada warga. Salah satu yang harus dipatuhi oleh masyarakat yang menerima bantuan air bersih, harus memakai masker, menjaga jarak atau tidak berebut.
Selain itu PMI Banyumas, menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, bagi warga penerima bantuan air bersih. Diungkapkan oleh Ariono, PMI Banyumas menyediakan satu unit mobil tangki air untuk melakukan droping air bersih.
“ Intinya pada saat droping nantinya kita akan mengunakan strategi, memecah titik- titik droping air bersih sebelum adanya pandemi. Kalau dulu satu RT satu tampungan, kalau sekarang bisa dua atau tiga tampungan,”kata Ariono.
Jumlah Desa di Kabupaten Cilacap, yang masuk rawan bencana kekeringan dan kesulitan air bersih sebanyak 73 desa di 19 Kecamatan. Sedangkan di Banyumas, terdapat 91 Desa di 21 Kecamatan. (RA).






