PURWOKERTO – Bus Buy The Service (BTS) atau Trans Banyumas rencananya akan dilaunching 5 Desember mendatang.
Persiapan sudah dilakukan. Ada 110 orang yang dinyatakan lolos setelah melalui seleksi administrasi, psikologi, dan wawancara untuk sopir, tenaga tata usaha, tenaga akuntansi, petugas keamanan, dan mekanik. Dari total pendaftar mencapai 3.867 orang.
Pada Jumat (26/11), calon sopir melakukan uji kendaraan di GOR Satria Purwokerto. Selanjutnya keliling kota Purwokerto.
Kepala Dinhub Kabupaten Banyumas melalui Kepala UPTD Pengelola Sarana dan Prasarana Dinhub Kabupaten Banyumas Taryono mengatakan, saat ini masih dalam kegiatan sertifikasi program BTS untuk para sopir.
“Kalau untuk bus, total ada 52 unit. 46 yang operasional dan 6 unit sebagai cadangan,” ujarnya.

Rencananya akan ada tiga koridor. Koridor satu dimulai dari Pasar Pon sampai Terminal Ajibarang, kurang lebih akan ada 13 bus dengan 2 bus cadangan
Koridor dua dimulai dari Notog Patikraja sampai Terminal Baturraden bawah, dengan 17 unit bus dan 2 bus cadangan.
Koridor tiga dari Terminal Bulupitu sampai Terminal Kebondalem dan akan berputar sekitar area perkotaan, dengan melewati pusat-pusat pendidikan.
Selain Banyumas, pada 2020 BTS ada di lima kota. Yakni Denpasar, Jogja, Solo, Palembang, dan Medan yang mengenakan tarif gratis.
Ia mengatakan, program BTS untuk memberikan perbaikan angkutan di Banyumas. Apalagi faktor ketertarikan naik angkutan saat ini menurun karena pandemi.
“Dengan BTS, sopir tidak dikejar-kejar cari penumpang, karena sistemnya digaji,” tandasnya. (mhd)





