KEBUMEN – Bupati Kebumen Jawa Tengah, Arif Sugiyanto menegaskan Pemkab sebenarnya belum mengizinkan kegiatan yang mengundang kerumunan. Karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kebumen masih level 3.
“Pemkab juga belum memiliki kewenangan mengeluarkan izin kegiatan masyarakat. Tetapi di masa pandemi ini, kegiatan rutin tahunan harus dibatasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” katanya menanggapi terkait Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (19/10/2021)
Diakuinya, bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi umat muslim untuk meneladani Rasulullah SAW. Namun untuk peringatan Maulid Nabi, pihaknya belum bisa mengizinkan. Akan tetapi ia juga tidak melarang.
“Kami tidak melarang umat muslim menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi. Kami siap datang jika diundang dalam acara Maulid Nabi dengan menerapkan prokes ketat,” katanya.
Bupati juga menyampaikan bahwa saat peringatan maulid Nabi yang digelar Pondok Pesantren Mamba’ul Ihsan Kauman, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Sabtu (16/10/2021) lalu., ia dan jajarannya hadir. Tentunya, dengan menggunakan protokol kesehatan Covid-19.
Bulan Maulid, tambah Bupati Kebumen, setidaknya bisa dijadikan momentum untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari sejarah hidup Rasulullah SAW. Kepribadian Rasulullah bukan hanya sebagai teladan, namun juga sumber inspirasi sepanjang sejarah peradaban umat manusia sampai akhir zaman.
Sementara saat ditanya terkait kasus Covid -19, Bupati Arif menjelaskan bahwa di Kebumen saat ini menunjukan tren penurunan cukup drastis. Meski begitu, agar bisa PPKM Kebumen pada level 2, program vaksinasi harus sudah mencapai sekitar 70 persen.
Oleh karenanya, Bupati meminta masyarakat turut mensukseskan program tersebut sehingga PPKM Kebumen levelnya kembali turun.
“Data terbaru, pasien Covid -19 yang masih dirawat saat ini hanya ada 4 pasien. Adapun kasus positif Covid -19 hanya 16 orang,” tandas Arif Sugiyanto, Bupati Kebumen. (*)





