Banyumas – Pemerintah Kabupaten Banyumas meminta agar orang tua, untuk menjaga anak dan bayinya. Agar tidak terpapar Covid- 19, sebab dalam beberapa minggu terakhir terdata sebanyak 10 anak- anak di Banyumas positif Covid-19, selain itu satu bayi berusia tiga hari meninggal dunia dengan hasil rapid antigen positif Covid-19.
Bupati Banyumas Achmad Husein Senin (12/7/2021) selepas memimpin rapat pelaksanaan PPKM Darurat di Pendopo Sipanji mengatakan dirinya terkejut dengan temuan sejumlah anak- anak yang dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19.
Padahal awal pandemi, tidak pernah dilaporkan adanya anak- anak atau bayi yang terjangkit Covid-19. Namun dalam dua pekan terakhir kasus anak terjangkit Covid- 19 terus meningkat.
Husein juga menyakini varian delta sudah masuk ke Banyumas, berdasarkan ciri- ciri penderita, termasuk menyerang anak- anak hingga bati. Sehingga perlu adanya Prokes ketat pencegahaan Covid-19, selain itu tidak membawa anak atau bayi ke luar rumah.
“ Di rumah sakit Banyumas ada lima, di rumah sakit Ajibarang ada lima, terus di RS Margono juga ada. Jadi saya bilang kok ini sekarang jadi bayi yang terjangkit,”kata Husein.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto mengatakan satu bayi probable meninggal dunia, dimungkinkan ditularkan oleh orang tuanya. Karena hasil PCR orang tuanya postif Covid- 19.
“ Untuk anak- anak yang terjangkit Covid-19 di rawat kurang ada 10 anak, itu positif. Tapi nga ada yang meninggal,”kata Sadiyanto.
Sedangkan jumlah kematian akibat Covid- 19, 1-10 Juli 2021 di Banyumas total mencapai 235, dengan peningkatan terbayak mulai tanggl 6 Juli 2021, dengan jumlah kematian mencapai 21, 7 Juli 2021 sebanyak 26 orang meninggal dunia.
Tanggal 8 Juli 2021 sebanyak 21 orang meninggal dunia, 9 Juli 2021 sebanyak 25 orang meninggal dunia, 10 Juli 2021 sebanyak 33 orang meningal dunia dan 11 Juli 2021 sebanyak 22 orang meninggal dunia. (RA).






