Banjarnegara – Menanggapi berita dan video yang beredar di masyarakat luas perihal peristiwa pembubaran kegiatan masyarakat, yakni pentas kuda lumping di desa Limbangan Kecamatan Madukara, oleh Pihak Polres Banjarnegara, pada Hari Sabtu, tanggal 12 Juni 2021 sekitar pukul 17.00 WIB.
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menegaskan, jika informasi yang disampaikan petugas dari Polres Banjarnegara terkait data covid 19 pada saat membubarkan kegiatan masyarakat tersebut tidak benar dan menyesatkan.
Dalam informasi yang disiarkan oleh Pihak Polres Banjarnegara melalui pengeras suara di lokasi acara, disebutkan bahwa saat ini Banjarnegara mengalami kenaikan angka Covid-19 sebesar 150 persen.
Disebutkan pula bahwa saat ini ada penderita Covid di Banjarnegara sebanyak 250 orang dalam perawatan, dan yang meninggal 192 orang. Menyikapi hal tersebut, Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, Minggu (13/6/2021) menyatakan, pihaknya merasa sangat prihatin karena penyampaian informasi tersebut sangat meresahkan masyarakat pada situasi pandemi sekarang ini. Informasi tersebut menurutnya, *kurang tepat*.
“Adapun yang senyatanya, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, adalah bahwa angka pasien Covid-19 (disebutkan oleh pihak Polres sebanyak 250 orang yang dirawat). Angka 250 orang tersebut karena ada penambahan klaster pondok pesantren. Sementara jumlah meninggal yang disebutkan 192 orang, tidak benar,”katanya.
Dengan begitu, Bupati Banjarnegara menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan yang dilakukan.
“Silahkan masyarakat tetap beraktifitas, namun protocol kesehatan harus tetap dijalankan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkerumun,”lanjutnya.
Selanjutnya bupati berharap agar aparat ASN, TNI, dan Polri selalu mempedomani PPKM Mikro yang berlaku. Dan jika ada kegiatan yang berhubungan dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, untuk melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19.
“Lakukanlah sosialisasi terkait protokol kesehatan dengan santun, jangan menakut – nakuti masyarakat, saat ini masyarakat baru akan mulai bangkit dari pandemic,”pungkasnya. (jkw)