Ketua Pimpinan Cabang (Pimcab) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Banyumas Endar Susanto SH masuk ke dalam jajaran Calon Legislatif atau Caleg DPR-RI dari Dapil VIII Banyumas-Cilacap. Dia memperoleh nomor urut 1 berdasarkan daftar caleg yang dirilis KPU.
Endar merupakan salah seorang pengusaha yang lahir dan tinggal di Sokaraja, Banyumas. Selain aktif di dunia usaha yang ia gelut sejak masih remaja, Endar juga merupakan sosok seorang aktivis yang getol ikut mengawasi jalannya pemerintahan khususnya di wilayah Kabupaten Banyumas maupun Cilacap.
Dia banyak menyoroti persoalan pembangunan, ekonomi kerakyatan dan perhatian terhadap persoalan tindak korupsi di wilayahnya.
Bersama dengan elemen masyarakat lain, Endar pun harus pandai-pandai membagi waktunya sebagai seorang pengusaha dengan waktu ketika harus terlibat aktivitas berkaitan dengan persoalan-persoalan yang tengah terjadi di masyarakat.
Salah satu lembaga yang berkaitan dengan persoalan masyarakat yang ia dirikan adalah Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Pancasila (YLPKP).
Melalui lembaga ini, Endar tidak jarang turun sendiri ke lapangan sendiri untuk membantu masyarakat sebagai konsumen yang dirugikan atas tindakan korporasi atas layanannya.
“YLPKP merupakan lembaga nirlaba, saya sering sekali turun ke lapangan untuk membela siapapun yang dirugikan atas segala hak-hak konsumen yang dilanggar,” kata Endar.
Endar juga dipercaya oleh kelompok pedagang pasar tradisional di sejumlah wilayah di Banyumas untuk memimpin Koperasi Pasar Nusantara (Koppas Nusa) Purwokerto.
Menurut Endar, Koppas Nusa merupakan wadah kebangkitan ekonomi kerakyatan bagi pelaku pasar rakyat di seluruh pelosok Negeri.
“Koppas Nusa menjadi koperasi pedagang pasar rakyat dengan jaringan yang sangat besar melalui integrasi sistem teknologi informasi sehingga kelembagaan ini telah bersiap berhadapan dengan pelaku usaha besar yang lainnya,” katanya.
Ingin Produk Pertanian Lokal Jadi Unggulan
Di tengah kesibukannya menjalankan usaha, melakukan Advokasi di YLPKP, dan Koppas Nusa, Endar juga belakangan aktif menyebarkan bibit stevia kepada para petani di sejumlah wilayah. Stevia adalah salah satu pengganti pemanis atau gula yang berasal dari tebu.
Dijelaskan Endar, gula tebu saat ini adalah yang paling umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, sebagai pemanis makanan dan minuman yang alami.
Namun, kata dia, gula tebu dianggap kurang sehat, karena mengandung jumlah kalori yang tinggi.
“Untuk itulah, dibuat alternatif pemanis lainnya, yaitu stevia yang mengandung Rebaudioside A yang bisa memberikan rasa manis,” terangnya.
Dia menambahkan, zat tersebut adalah sejenis glikosida, yaitu zat gula yang ada di beberapa tumbuhan. Dengan disebarkannya bibit Stevia di sejumlah daerah kepada para kelompok tani, Endar berharap, di masa mendatang akan muncul produksi pertanian dari petani lokal yang mampu menjadi produk unggulan.

Ketika dirinya ditunjuk menjadi Ketua Pimkab PKN Banyumas, Endar langsung menyatakan kesiapannya karena dirinya melihat visi PKN yakni Terwujudnya bangsa Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan Makmur dengan berwawasan Nusantara, menurutnya sangat relevan untuk diaplikasikan dalam kehidupan bernegara saat ini.
Endar pun tak ragu tatkala dirinya juga ditunjuk sebagai Caleg untuk DPR-RI nomor urut 1 Dapil VIII Banyumas-Cilacap.
“Karena melalui parlemen kita bisa memperjuangkan aspirasi, apa yang selama ini ingin kita benahi baik untuk Banyumas-Cilacap maupun Indonesia,” kata Endar.
Dalam berbagai kesempatan, Endar seringkali berpesan bahwa hak pilih bukan komoditas musiman yang bisa dijual-belikan.
Kata dia, politik transaksional akan melahirkan wakil rakyat yang tidak berkualitas.
“Perlu kesadaran moral untuk memilih anggota DPR yang mumpuni. Saya mengajak masyarakat terutama anak muda, maupun elemen masyarakat yang menginginkan Indonesia lebih baik, mari kita bersama membangun parlemen responsif. Bersama saya, gampang rempugane,” tambahnya.
Tim indiebanyumas