PURWOKERTO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi menuntaskan Program Mahasiswa Berdampak: Pemulihan Pascabencana di Sumatra Utara. Kegiatan yang berlangsung sejak 28 Januari hingga 28 Februari 2026 ini merupakan implementasi program inisiasi Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Sebanyak 11 program kerja lintas disiplin ilmu dijalankan mahasiswa UMP di Desa Batuhula, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat penyintas untuk memberikan pendampingan di sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, psikologi, keagamaan, hingga ekonomi kreatif.
Ketua Pelaksana Program Mahasiswa Berdampak, Na’ilul Latifah, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi sekaligus laboratorium kepemimpinan bagi mahasiswa.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar dari masyarakat. Program ini membentuk kepedulian sosial, kepemimpinan, serta kemampuan problem solving di lapangan,” ujarnya dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (2/3/2026).
Dosen pembimbing, Ns. Endiyono, S.Kep., M.Kep., memaparkan sejumlah agenda utama selama satu bulan di lokasi bencana. Antara lain rehabilitasi lahan dengan sistem agroforestry terintegrasi, inovasi bio-input dan kesehatan tanaman, pembuatan mesin pencacah (chopper) portabel, serta produksi briket arang dari limbah kayu.
Tak hanya itu, mahasiswa juga mengenalkan budikdamber (budidaya ikan dalam ember), pemulihan ekonomi melalui ekonomi kreatif, pemasangan alternatif Starlink untuk akses internet, program psikososial dan spiritual sebagai trauma healing, layanan kesehatan fokus pada penyakit pascabencana, pendampingan pendidikan bagi anak sekolah, serta Posbakum (Posko Bantuan Hukum).
Kegiatan dipusatkan di Pos Pelayanan Muhammadiyah Batuhula. Koordinator posyan, Yelpi Pulungan, mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa, penyintas, relawan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), MDMC Tapanuli Selatan, dan perangkat desa setempat.
“Para penyintas menyambut positif kehadiran mahasiswa UMP. Kolaborasi berjalan baik sehingga program efektif dan berkelanjutan,” ungkap Yelpi.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, BEM UMP berharap dampak positif dapat terus berkembang, terutama di sektor pertanian yang terdampak bencana. Target jangka panjangnya adalah percepatan pemulihan ekosistem lahan rusak, penyediaan sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat melalui hasil hutan dan hortikultura, serta penguatan sistem penyangga lingkungan guna mencegah bencana susulan.
Program Mahasiswa Berdampak ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMP mampu hadir sebagai agen perubahan yang adaptif, solutif, dan berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia. (Angga Saputra)









