PURWOKERTO – Selama 3 hari penyekatan di 4 titik perbatasan Kabupaten Banyumas, sebanyak 542 mobil bernopol non Banyumas yang akan mudik ke Banyumas terjaring tim gabungan. Buntutnya, 81 pemudik ditest rapid antigen dengan hasil semua negatif.
Kasi Survailans, Imunisasi dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Dinkes Banyumas, Achmad Chairul Hamdi S.KM MKM mengatakan laporan dari puskesmas selama penyekatan perbatasan mulai 24 hingga 26 April 2021 di 4 titik penyekatan yaitu jembatan timbang Ajibarang, RM Wangon Sari, Tambak dan Alun-Alun Purwokerto, sebanyak 542 kendaraan bernomor Polisi non Banyumas yang akan mudik ke Banyumas terjaring. Tercatat jumlah pemudik didalamnya ada sebanyak 1.274 orang.
“Dari 1.274 orang pemudik tersebut, yang bergejala sebanyak 81 orang dan dirapid antigen. Hasilnya semua negatif,” katanya, Selasa (27/4).
Hamdi menjelaskan dalam operasi penyekatan di 4 titik perbatasan yang direncanakan berlangsung sampai 6 Mei tersebut, 40 puskesmas semua dilibatkan. Di semua posko penyekatan petugas puskesmas yang terjadwal bertugas, rapid antigen disiapkan.
“Termasuk di Alun-Alun Purwokerto. Puskesmas juga membantu disana,” terang dia.
Dilanjutkannya jika ditemukan pemudik yang positif rapid antigen, tindak lanjutnya dengan karantina di RK Baturraden. Di RK Baturraden pemudik dengan rapid antigen positif juga diswab PCR. RK Baturraden saat ini telah disiapkan menampung pemudik dengan tujuan mudik ke Banyumas dengan rapid antigen positif.
“Jika pemudik negatif rapid antigen dipersilahkan melanjutkan perjalanan. Setiap hari ada operasi penyekatan di 4 titik tersebut,” pungkas Hamdi. (yda)







