INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Begini Cerita Emak-emak di Purbalingga Bubarkan Acara Balap Liar di Muntang Kemangkon

Rabu, 14 Juli 2021

Purbalingga – Kegiatan balap liar yang dibubarkan oleh aparat kepolisian sudah menjadi hal biasa. Di Purbalingga, sejumlah remaja langsung kabur setelah diomelin ibu-ibu alias emak-emak. Rencananya, mereka akan test drive motor dragnya. Tepatnya di jalan Kabupaten, Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon.

Roro Hendarti, warga Desa Muntang menyampaikan, untuk kesekian kalinya dia mendapati lokasi tersebut untuk balap liar. Selasa (13/07/2021) sore, dia kembali mendapati hal serupa. Sontak, langsung dia tegur untuk membubarkan diri.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

“Sering saya bubarkan, waktu nya sore sekitar Jam 4, lagi rame orang balik kerja,” kata Roro.

Roro menceritakan, pernah pada suatu waktu dia nyaris tertabrak, pada kegiatan balap liar itu. Ada juga, ketika hendak jalan, para pengguna jalan lain diminta untuk minggir atau berjalan lebih cepat. Sehingga kondisi jalan kosong.

“Saya pernah mau ketabrak, ibu-ibu yang kerja di perumahan pakai sepeda dibentak-bentak supaya naiknya cepat. Kan kasihan mereka ketakutan,” ujarnya.

Bukan hal mudah, berani menegur dn membubarkan kegiatan balap liar. Namun, keberaniannya juga tanpa dasar. Dia berani karena ingin menciptakan kondisi desa yang aman dan nyaman. Selain itu, dalam konteks hukum balap liar jelas menyalahi aturan.

Hal ini sudah ditegaskan di dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Pada Pasal 115 UU tersebut mengatur mengenai larangan balapan dengan kendaraan lain di jalan raya.

“Ada yang anak dibawah umur, ada juga yang bilang anak polisi. Ya saya jawa seharusnya anak polisi memberi contoh yang baik, bukan seperti ini, tidak pakai helm, motor tidak standar,” kata dia.

Lebih lanjut, Roro mengatakan bahwa sudah beberapa kali warga koodinasi dengan Polsek. Polsek pun sempat memergoki kegiatan tersebut. Namun, seperti tak ada kapoknya, hal senada kerap diulangi lagi.

“Pernah mobil patroli polisi sampai, tapi sudah bubar, pernah Bhabinkantibmas nya juga memberikan pengarahan dan membubarkan, tapi kelompoknya berbeda-beda,” katanya.

Kegiatan itu biasanya dilakukan sore hari. Hampir setiap minggu selalu dilakukan, meski hanya melakukan uji kemampuan hasil settingan. Namun tetap saja dirasa menggangu dan membahayakan. “Intinya kita dan aparat terkait sudah tidak kurang-kurang untuk mengatasinya. Jalan satu-satunya ya dibuat pita kejut,” katanya.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Setelah PKL, Pemkab Kebumen Bakal Beri BLT Sopir Angkot, Juru Parkir, Hingga Tukang Cukur

Selanjutnya

Terisi 24 Pasien, Maskimalkan Hanya 40 Tempat Tidur, SDM RSDC Hotel Rosenda Diklaim Terbatas

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

Puluhan ASN Setda Banyumas Awali Ramadan dengan Pengajian Bersama Gus Enjang

Puluhan ASN Setda Banyumas Awali Ramadan dengan Pengajian Bersama Gus Enjang

Jumat, 20 Februari 2026

Polisi Amankan Remaja Diduga Hendak Tawuran di Tambak

Polisi Amankan Remaja Diduga Hendak Tawuran di Tambak

Jumat, 20 Februari 2026

Luminor Hotel Purwokerto Luncurkan “Shining Six Ramadhan Kareem”

Luminor Hotel Purwokerto Luncurkan “Shining Six Ramadhan Kareem”

Jumat, 20 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Jumat, 13 Februari 2026

Selanjutnya

Terisi 24 Pasien, Maskimalkan Hanya 40 Tempat Tidur, SDM RSDC Hotel Rosenda Diklaim Terbatas

Beberapa Simpang di Purwokerto Ditutup, Sebabkan Simpang Situmpur dari Arah Timur Padat, Antrean 1 KM

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com