INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Baru 70 Persen Petani di Banyumas Gunakan Kartu Tani

Senin, 9 Agustus 2021

BANYUMAS – Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan) Kabupaten Banyumas sebanyak 105.891 petani di Banyumas telah mengajukan kartu tani.

Ada yang belum mendapatkan karena belum adanya pencetakan kartu, dari 105.891 tersebut, Imam Sutikno, Admin Kartu Tani Dinpertan Banyumas mengatakan, terdapat kurang 0,5 persen yang belum mempunyai kartu tani.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

“Yang terakses dan tervalidasi ada 105.891, dan dari pengajuan itu, kurang dari 5 persen, yang sama sekali belum punya kartu tani, karena ada pengajuannya, tetapi nomor kartunya belum keluar, contoh kecilnya ini Kecamatan Kalibagor 57 orang yang belum mendapatkan kartu tani,” katanya kepada Radarbanyumas.co.id, Senin (9/8).

Untuk pencetakan kartu tani dilakukan melalui salah satu bank milik pemerintah, namun dari kartu tani yang sudah tercetak dan didapatkan petani.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Imam melanjutkan, penggunaannya masih diangka 60 sampai 70 persen.

“Hampir 60-70 persen yang sudah menggunakan kartu, dan kendalanya memang yang belum itu bisa juga terjadi karena kartu taninya sudah kadaluarsa, ada juga yang kartu taninya hilang,” tambahnya.

Dimana untuk meningkatkan penggunaan kartu tani yang telah tercetak dan didapatkan oleh Petani, menurutnya, petani senantiasa ditegaskan diberikan masukan dan rekomendasi.

“Kami senantiasa memberikan masukan atau rekomendasi kepada petani, bahwa sekarang tidak adalagi pupuk didalam pembelian tidak menggunakan kartu tani, tetapi harus menggunakan kartu tani. Makanya apapun yang terjadi karena inikan namanya transaksi tertutup, sehingga tidak lagi yang namanya pupuk, lari kemana-mana, karena sudah jelas, masing-masing pupuk yang ada dikuotanya itu dimasing-masing kelompok jelas,” pungkasnya. (win)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Kasus Aktif Covid-19 di Cilacap Mulai Menurun

Selanjutnya

Cilacap Diguncang Gempa Magnitudo 4,8

TERBARU

Bibit Unggul Jadi Fokus Festival Kambing Lumbir

Bibit Unggul Jadi Fokus Festival Kambing Lumbir

Senin, 16 Februari 2026

Polresta Banyumas Sterilisasi Klenteng, Pastikan Perayaan Imlek 2577 Kongzili Aman

Polresta Banyumas Sterilisasi Klenteng, Pastikan Perayaan Imlek 2577 Kongzili Aman

Senin, 16 Februari 2026

Perjuangan Tono Jalani Masa PB dengan Berjualan Kelapa Muda

Perjuangan Tono Jalani Masa PB dengan Berjualan Kelapa Muda

Senin, 16 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Jumat, 13 Februari 2026

Selanjutnya

Cilacap Diguncang Gempa Magnitudo 4,8

Agen Akhirnya Kewalahan Menyalurkan Komoditi Pengganti Kentang

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com