PURWOKERTO – Destinasi wisata di Kabupaten Banyumas, tidak melulu Lokawisata Baturraden saja. Masih banyak destinasi wisata lainnya, yang punya potensi dan tak kalah ciamik.
Saat ini Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Banyumas (Bapedalitbang), tengah berupaya mengembangkan wisata Kota Lama Banyumas. Konsep yang diusung adalah Banyumas Kota Pusaka.
Kepala Bapedalitbang Kabupaten Banyumas Kristanta melalui Kabid Litbang Tasroh mengatakan, membangun pusat ekonomi baru harus mulai dipikirkan. Ini agar kue pembangunan ekonomi, bisa dinikmati merata di seluruh wilayah di Kabupaten Banyumas.
“Muaranya itu. Banyumas Kota Pusaka dimaksudkan untuk meningkatkan potensi wisata dan ekonomi di Banyumas,” kata Tasroh.
Pembentukan Banyumas Kota Pusaka sudah melalui hasil kajian, juga penelitian. Bahkan ia katakan, kajian yang dilakukan sangat komprehensif.
“Bukan hanya wisata dan ekonomi saja. Tapi juga cagar budaya benda dan tak benda,” paparnya.
Wisata sejarah dan kuliner, adalah dua konsep yang bakal diusung disana. Karena menurutnya, potensinya sangat mendukung.
“Bicara sejarah Banyumas, ya semua berawal dari Kota Lama Banyumas,” ujarnya.
Tahun 2024 mendatang pihaknya targetkan, Banyumas Kota Pusaka sudah bisa dinikmati para wisatawan. Berdasarkan hasil kajian setidaknya perlu anggaran Rp 266 miliar, untuk membangun destinasi wisata tersebut.
“Saat ini baru tahap kajian. Bahwa hasil kajian itu ditindaklanjuti sesuai rekomendasi tim peneliti. Jajaran OPD dan instansi Pemerintah Kabupaten Banyumas terkait lainnya perlu segera mereformulasi kebijakan sekaligus mempersiapkan anggaran, menyiapkan sumber dayanya. Dan tak ketinggalan adalah kesiapan dan partisipasi warga di wilayah Kecamatan Banyumas. Termasuk peran pemerintahan desa di wilayah Kecamatan Banyumas. Nanti akan didukung dengan pembangunan calon dermaga di Desa Papringan, Banyumas,” paparnya.
Dalam pengembangan dan persiapan wisata tersebut, peran masyarakat juga sangat dibutuhkan. Menurutnya, jangan sampai nanti masyarakat kaget dan justru melakukan tindakan kontraproduktif yang akan memperlambat proses realisasi kota pusaka Banyumas.
“Semua harus nyengkuyung agar kota pusaka Banyumas segera terwujud,” pungkasnya. (aam/Rdr).





