INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Bantuan Beras ke Warga Kecamatan Rembang Purbalingga, Tuai Polemik, Begini Ceritanya

Selasa, 11 Januari 2022

Purbalingga – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Kecamatan Rembang menuai polemik. Pada pendistribusian periode 11-14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), ada item barang yang jumlahnya berkurang. Jika pada bulan-bulan sebelumnya menerima beras 13 Kg, berkurang menjadi 12 Kg.

Informasi tersebut mencuat khusunya di wilayah Kecamatan Rembang. Hal itu terjadi tidak hanya di satu atau dua desa saja. Tetapi hampir semua desa di Kecamatan Rembang mengalaminya. Persoalan utama adalah jumlah beras yang diterima KPM berkurang satu kilogram.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Senin (10/01/2022) sejumlah Kepala Desa (Kades) melakukan pertemuan di Aula Kantor Desa Losari. Hadir pada kesempatan itu Kades Makam Siswo Edi Karyono, Kades Panusupan Surismi, Kades Sumampir
Wismono, Kades Losari H. Harwanto, Kades Tanalum Ujang Jatmiko, Kades Gunung Wuled Nasirudin Latif, Kades Karangbawang Toyo, Kades Bodaskarangjati
Muhajid, Kades Wanogara Wetan M. Akhyar Siarno, Kades Wanogara Kulon H. Sunarto, S.Pd, dan Kades Wlahar Ali.

“Ketika ada informasi seperti itu saya kroscek ke salah satu e-warung, dan benar seperti itu. Biasanya dapat 13 Kg beras ini dapat 12 Kg beras,” katanya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Hal tersebut terjadi hampir di semua desa di Kecamatan Rembang. Bahwa periode 13 dan 14 merupakan periode ekstra. Pendistribusian dilakukan secara bersamaan dengan periode 11 dan 12. Sehingga pada Desember 2021 lalu, KPM mendapatkan empat paket sekaligus.

“Harusnya 13 Kg jadi 12 Kg, itu karena kesepakatan paguyuban e-warung. Karena kualitasnya berbeda dengan yang periode sebelumnya. Jika sebelumnya kualitas medium, untuk yang ekstra ini kualitas premium,” kata Kades Wlahar Ali.

Adanya polemik seperti itu, para kades mengaku dalam posisi bimbang. Sebab, terkait BPNT, Kades mengaku tidak pernah diajak koordinasi. Mulai dari data penerima, sampai penunjukan e-warung. Namun, ketika ada suatu masalah terkait BPNT, warga mengadukannya ke Pemdes.

“Justru kita sebenarnya bingung, kita tidak pernah diajak koordinasi, tidak terlibat sama sekali prosesnya, tapi kalau ada keluhan atau suatu masalah, warga komplainnya ke desa,” kata Kades Gunung Wuled, Nasirudin Latif.

Terpisah, kordinator e-warung Kecamatan Rembang, Sutrisno membenarkan terkait hal itu. Bahwa paket ekstra atau periode 13 dan 14 jumlah berasnya berbeda. Dimana sebelumnya jumlah beras setiap paket 13 Kg, tapi dua paket ekstra hanya 12 Kg.

“Benar, untuk yang dua paket ekstra jumlah berasnya hanya 12 Kg, biasanya 13 Kg,” katanya.

Dia menjelaskan, bahwa tidak aturan harus berapa jumlah beras yang diterima setiap paketnya. Di dalam Pedoman Umum (Pedum), hanya diatur item di setiap paket. Misalnya, untuk satu paket harus ada beras, telur, serta komoditas lain yang untuk menunjang nutrisi masyarakat.

“Tidak ada aturan khusus mengenai jumlah, hanya saja wajib ada beras dan telur. Untuk jumlah beras juga tidak diatur. Nah untuk yang dua paket ekstra kita pakai beras premium, dari segi harga sudah beda, hanya cukup untuk 12 Kg,” katanya.

Lebih lanjut Sutrisno menjelaskan bahwa, berubahnya dari 13 Kg menjadi 12 Kg, karena saat itu stok beras yang biasanya tidak ada. Sedangkan saat itu, stok yang mencukupi hanya beras premium.

“Ini kan hanya yang dua paket ekstra, nah saat itu barang (beras, red) tidak ada, sementara harus dibagi pada Desember itu juga, yang ada stok beras premium,” kata dia.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Banyumas operasikan kembali bus sekolah gratis mulai 11 Januari

Selanjutnya

Warga Keluhkan Macet dan Genangan di Depan Trio Mall Kebumen

TERBARU

Perantau Banyumasan di Jakarta Siap Gelar BGFest 2026, Angkat Budaya dan Aspirasi Warga

Perantau Banyumasan di Jakarta Siap Gelar BGFest 2026, Angkat Budaya dan Aspirasi Warga

Rabu, 25 Maret 2026

Tak Sekadar Temu Kangen, Republik Ngapak Injakkan Langkah Lestarikan Kearifan Lokal di Banyumas

Tak Sekadar Temu Kangen, Republik Ngapak Injakkan Langkah Lestarikan Kearifan Lokal di Banyumas

Rabu, 25 Maret 2026

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Tegaskan Banyumas Tak Terapkan WFA

Rabu, 25 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya

Warga Keluhkan Macet dan Genangan di Depan Trio Mall Kebumen

78 Kasus Kebakaran di Cilacap dengan Kerugian Rp 29,1 Miliar, Ini Rincian Penyebabnya

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com