![]()
Banyumas, indiebanyumas.com – Dari sejumlah program bantuan sosial alias Bansos pemerintah, program Bantuan Nasional Pangan Non Tunai (BNPT) yang saat ini dinamakan Bansos Sembako tampaknya paling terkesan ribet dalam pelaksanaannya. Usai pelaksanaan dijalankan secara rapel pada bulan Mei-Juni kemarin, kabar yang beredar untuk teknis pendistribusian pada bulan ini juga akan dilaksanakan sama, bahkan dirapel dari bulan Juli-September.
Informasi yang diperoleh indiebanyumas.com, jadwal rapel Juli-September ini akan dilaksanakan pada 31 Juli 2021. Kebijakan ini langsung memunculkan banyak spekulasi, antara lain berkaitan dengan pelaksanaan PPKM Darurat yang kemungkinan akan diperpanjang, juga isu lain terkait dengan pengkondisian terutama di wilayah Jawa Tengah dan khususnya di Banyumas untuk menghindari terjadinya potensi masalah.
Sebagaimana diketahui Banyumas menjadi sorotan terkait adanya pemeriksaaan oleh tim penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah terhadap seluruh suplier atau penyediaan bahan pangan program Sembako di Banyumas. Selain suplier, dalam penyelidikan aparat penegak hukum juga melibatkan pimpinan dan anggota Komisi 3 DPRD Banyumas atas sejumlah dugaan penyelewengan. Nah, untuk kasus penyelidikan tersebut hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Informasi yang kami peroleh, di Cilacap sudah diumumkan akan dirapel 3 bulan dari Juli-September. Konon, ini khusus untuk Jawa Tengah sebagaimana kemarin dalam pelaksanaan Mei-Juni yang seharusnya secara nasional dibagikan sebelum Lebaran tetapi di Jawa Tengah baru dilaksanakan paska lebaran. Ini masih berkaitan dengan tindak lanjut penyelidikan. Nah apakah Juli-September ini juga hanya di Jawa Tengah?, ” tutur sumber indiebanyumas.com yang juga terlibat sebagai penyedia bahan pangan.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospermandes) Kabupaten Banyumas, Ir Widarso MM menyatakan, informasi tersebut memang telah ia ketahui. Namun begitu, pihaknya hingga kini belum memperoleh keterangan secara resmi dari pihak Kemensos.
“Saya belum tahu detail waktunya, masih menungu kepastian dari pusat, ” Kata Kadinsos kepada indiebanyumas.com.
Sebelumnya, dalam berita yang dibuat indiebanyumas.com, rencana pemerintah menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) untuk program Sembako sebelum lebaran Mei-Juli batal dilaksanakan.
“Nggih, sampai sekarang belum ada keterangan dari Kemensos terkait dengan keputusan waktu penyaluran bansos program Sembako. Kami juga mendapati informasi bahwa ini juga terjadi di daerah lain di Provinsi Jawa Tengah,” kata Kadinsos, kala itu.
Padahal, pemerintah pusat jauh hari sebelumnya mengumumkan bahwa penyaluran bantuan sosial, antara lain PKH, Bantuan Sosial Tunai (BST) hingga Bansos Sembako bakal disalurkan awal bulan ini. Kebijakan tersebut bertujuan untuk meringankan beban masyarakat serta mendorong daya beli masyarakat sebelum Hari Raya Idul Fitri. Bahkan, khusus untuk itu, pemerintah seperti sudah merencanakan secara matang soal penyaluran yang bahkan dirapel dua bulan, untuk Mei-Juni.
Melansir dari laman tirto.id, untuk bansos bulan Mei ini, Kemensos akan mempercepat pencairannya yaitu pada akhir April hingga awal Mei 2021, atau sebelum Lebaran 2021. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam acara virtual yang digelar oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) pada 20 April 2021.
“Dari Kementerian Sosial sudah ada koordinasi untuk mempercepat penyaluran bantuan ini [bansos] pada awal Mei sehingga pada saat Lebaran, mereka yang kurang beruntung sudah bisa menikmati bantuan sosial tersebut,” kata Muhadjir Effendy.
Ia menambahkan, bahkan pencairan bansos 2021 ini akan dirapel atau didobel untuk bulan Mei dan Juni 2021, dengan harapan masyarakat bisa menggunakannya untuk belanja jelang Lebaran dan mendorong daya beli serta konsumsi.






