![]()
Banyumas, indiebanyumas.com – Trans Banyumas yang rencananya akan dilaunching pada Desember tahun ini mulai menyiapkan beberapa terminal, halte dan rambu stop yang tersebar di berbagai wilayah di kabupaten Banyumas.
Saat ini, tahap penyiapan Titik Pemberhentian Bus (TPB) telah sampai pada tahap persiapan 7 terminal, 154 bus stop dan 16 halte. Lebih lanjut, rambu stop telah terpasang pada 3 koridor.
Tiga koridor ini yaitu koridor satu Halte Pasar Pon – Terminal Ajibarang, koridor dua Terminal Notog Patikraja – Terminal Baturraden, dan koridor tiga Terminal Bulupitu – Terminal Kebondalem.
Kepala UPTD Pengelola Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Taryono menjelaskan, selain tiga koridor tersebut, terdapat tujuh terminal yang disiapkan sebagai TPB Bus Trans Banyumas.
“Terminal-terminal yang kita siapkan yaitu Terminal Bulupitu, Terminal Ajibarang, Terminal Notog Patikraja, Terminal Karanglo di Cilongok, Terminal Karanglewas, Terminal Baturraden Atas, Terminal Baturraden Bawah dan Terminal Kebondalem. Jadi ada 7 terminal yang kita siapkan untuk menjadi titik henti juga” jelasnya.
Dalam persiapannya, Trans Banyumas juga akan beroperasi pada 16 halte yang tersebar di berbagai wilayah Kota Purwokerto. 16 halte tersebut sudah mulai memasuki tahap pembangunan 85 persen dan ditargetkan selesai akhir November.
16 halte yang sedang dipersiapkan meliputi TMP Tanjung Nirwana, SMPN 4 Purwokerto, Parakan Onje, Unwiku, Purwosari Timur, SDN 1 Pabuaran, SDN 2 Pabuaran, Graha Unsoed Timur, Balai Desa Tambaksogra, SMK Mulia Bakti, MAN 1 Banyumas, Kecamatan Purwokerto Utara, Jalan dr Angka (RS Jatiwinangun), Jalan dr Angka (MPP), Jalan Merdeka (PJKA), dan Jalan Mesjid.
Bus Trans Banyumas akan dioperasikan perdana pada koridor tiga yang meliputi wilayah perkotaan. Hal ini dijelaskan oleh Direksi PT. Banyumas Raya Transportasi Ipoeng MM.
Menurutnya, hal ini dikarenakan persiapan unit kendaraan yang membutuhkan waku setidaknya dua hingga tiga bulan.
“Awal Desember baru satu koridor, yaitu koridor tiga yang melayani wilayah perkotaan. Masing-masing koridor mempunyai jumlah unit kendaraan yang berbeda. 15 unit untuk koridor satu, 19 unit untuk koridor dua dan 18 unit untuk koridor tiga” jelasnya
Terakhir, ia menjelaskan bahwa pada tanggal 21-22 November kemarin dilaksanakan pelatihan SOP dari manajemen pengelola yang melibatkan driver, bagian operasional, mekanik dan bengkel. Pelatihan ini diberikan kepada 130 orang peserta dan dimaksudkan untuk memberi pelatihan dan pemahaman profesional.





