Purbalingga – Rektor Universitas Islam Negeri Saifuddin Zuhri (UIN Saizu), Mohammad Roqib didampingi Wakil Rektor II, Ridwan bertemu dengan Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi), pada Selasa 12 Oktober 2021 untuk membahas pembangunan Kampus UIN Saizu di Purbalingga.
Pembangunan kampus UIN Saizu yang ditaksir memerlukan dana sekitar 150 miliar rupiah ini akan dimulai pembangunannya mulai awal tahun depan.
“Tahun ini kami mulai melaksanakan pembangunan jalan dan jembatan di dua lokasi kampus yang ada di Purbalingga,” kata Rektor UIN Saizu di kompleks Pendopo Dipokusumo, Purbalingga.
Kampus UIN Saizu akan didirikan di dua lokasi. Lokasi pertama berada di Kelurahan Karangsentul Kecamatan Padamara dan Desa Karangjengkol Kecamatan Kutasari.
Pemda Purbalingga sebelumnya sudah menghibahkan tanah di wilayah tersebut yang totalnya seluas 170.702 hektare.
Roqib menyampaikan, dana Rp 150 Miliar tersebut masing-masing sebesar Rp 148 Miliar merupakan alokasi dari pemerintah pusat dan sisanya merupakan dana dari Universitas. Tahun ini dana dari Universitas akan digunakan untuk pembangunan pagar dan jembatan.
“Fokus kami pembangunan kampus di Karangsentul,” ujar Roqib.
Pembangunan di wilayah Karangsentul akan difokuskan untuk mendirikan gedung pendidikan terpadu, asrama, laboratorium bahasa dan multimedia, gedung pendidikan profesi dan sertifikasi serta laboratoriumnya.
Dari lima gedung tersebut diperuntukan sebagai fakultas dan program studi sains dan profesi. Harapannya, pada tahun 2023 gedung sudah selesai dibangun.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Tiwi menyampaikan, Pemda Purbalingga mendukung penuh pendirian kampus UIN Saizu di wilayah yang dipimpinnya.
Pembangunan Universitas ini sejalan dengan misi Pemda Purbalingga dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia bagi penduduk Purbalingga.
“Karena ketika pemuda yang melanjutkan pendidikan tinggi di kota lain, itu tidak berdampak pada Purbalingga. Justru dampaknya ada di kota di mana kampus itu berdiri,” kata Bupati Tiwi.
Tiwi bersam Pemda Purbalingga sudah melakukan kajian dan menyimpulkan untuk meningkatkan IPM di suatu daerah salah satu di antaranya adalah dengan menarik sekolah tinggi atau mendirikan universitas diwilayah tersebut.
Dari data yang dirilis BPS per 8 Maret 2021, Kabupaten Purbalingga berada di urutan ke-27 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah perihal Indeks Pembangunan Manusia.***






