BANYUMAS – Harapan keluarga untuk menemukan Aurel Jeni Prabela (19) dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Korban kecelakaan sepeda motor yang terjatuh ke Sungai Pelus, Banyumas, ditemukan meninggal dunia pada Minggu (12/4/2026) sore, setelah terseret arus deras sejauh lebih dari 6 kilometer.
Korban ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB di aliran Sungai Pelus wilayah Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja. Lokasinya berjarak sekitar 6,2 kilometer dari titik awal kejadian di Jembatan Kalipelus, Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran.
Komandan Unit Siaga SAR Banyumas, Amin Riyanto, memastikan jenazah korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Yang mengejutkan, atribut korban masih melekat saat tubuhnya ditemukan.
“Alhamdulillah korban sudah ditemukan, namun dalam kondisi meninggal dunia. Saat ditemukan, jaket dan helm masih lengkap terpakai,” kata Amin Riyanto kepada wartawan, Minggu sore.
Korban diketahui sebagai warga Desa Ayam Alas, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Setelah dievakuasi tim SAR gabungan, jenazah langsung dibawa ke RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.
Kronologi : Motor Hantam Pembatas Jembatan
Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu (11/4/2026) malam. Sepeda motor yang ditumpangi Aurel bersama rekannya, Rini (18), mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Jembatan Kalipelus.
Kendaraan tersebut diduga menabrak pembatas jembatan sebelum kedua penumpang terlempar ke Sungai Pelus. Arus sungai yang deras pada malam hari membuat proses penyelamatan sulit dilakukan sejak detik pertama.
Dalam insiden itu, Rini berhasil ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami luka-luka. Ia kini masih menjalani perawatan di RSUD Margono Soekarjo.
Sementara Aurel sempat dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif sejak Sabtu malam, menyisir aliran sungai hingga akhirnya korban ditemukan keesokan harinya.
Operasi Pencarian Berakhir Duka
Pencarian oleh Tim SAR Gabungan berakhir dengan hasil pahit. Penemuan korban di wilayah Kedondong menunjukkan betapa derasnya arus Sungai Pelus yang mampu menyeret tubuh manusia sejauh belasan kilometer dalam hitungan jam.
Peristiwa ini kembali menyoroti risiko kecelakaan di kawasan jembatan sempit, terutama pada malam hari. Kondisi jalan licin, minim penerangan, dan terbatasnya ruang gerak kendaraan kerap menjadi kombinasi fatal.
Kecelakaan di Kalipelus menjadi alarm keras: jalur sempit tanpa perlindungan memadai dapat berubah menjadi perangkap maut. Dalam hitungan detik, satu kesalahan kecil mampu membawa seseorang jauh ke hilir, meninggalkan keluarga dalam duka yang mendalam. (Angga Saputra)







