PURWOKERTO – Inisiatif penggalangan dana bertajuk “Sumatera We Care” yang digagas Hompimpaa Visual bersama sembilan komunitas lokal Banyumas sukses digelar di Menara Teratai Purwokerto, Sabtu (13/12).
Program solidaritas ini mendapat respons positif dari masyarakat. Ratusan pengunjung hadir untuk berdonasi sekaligus menikmati rangkaian acara berupa pemutaran film, pentas tari, dan teater monolog.
Kolaborasi ini melibatkan Hompimpaa Visual, Layar Kelas, Jagabaya Nuswantara, Jagongan Film, Galaksi Purwokerto, Purwokerto Healing, Semeja Kerja, Balai Film Banyumas, Fixlens, serta Eigerian Purwokerto.
Penanggung jawab acara, Hilmy Nugraha, berharap kegiatan ini menjadi pengingat atas kondisi warga Sumatera yang terdampak bencana.
“Kita di sini bisa menikmati fasilitas dan makanan enak, tetapi saudara kita di Sumatera mungkin sedang kesulitan. Semoga penampilan tari, monolog, dan film yang diputar dapat mengingatkan kita akan kondisi mereka,” ujarnya.
Acara dibuka dengan tari persembahan Jagabaya Nuswantara sebagai simbol penghormatan untuk Aceh dan Sumatera. Dilanjutkan dengan monolog oleh Naura Salsabila Fabian serta pemutaran lima film karya sineas Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat: Selubung Kain Putih, Tarian Gajah, Jamu Laut, Rakut Si Telu, dan Indos. Film Tembelek asal Banjarnegara menjadi penutup.
Antusiasme penonton terlihat dari komentar mereka. Fafa, salah satu pengunjung, mengaku tertarik karena ingin berpartisipasi membantu sekaligus belajar budaya Nusantara. Sementara Anang menyebut Rakut Si Telu sebagai film favoritnya karena menekankan pentingnya kebangkitan mental pascabencana.
Selama acara, sembilan tim melakukan donasi keliling di area Menara Teratai. Total sementara yang terkumpul mencapai Rp5.384.000.
Donasi tambahan masih dapat disalurkan hingga Minggu (14/12) melalui rekening BNI 1261844097 a.n. Hompimpaa Alaium Gambreng. Seluruh dana akan disalurkan kepada korban bencana di Sumatera melalui Yayasan Aceh Dokumenter. (Alri Johan)









