TAMBAK – Pemerintah Desa Prembun Kecamatan Tambak dalam waktu dekat mengagendakan rapat koordinasi dengan petani dan pihak terkait lainnya. Menyusul mendekati waktu penutupan sementara saluran irigasi Gambarsari.
“Mau membahas pembendungan Sungai Ijo untuk mengairi sawah,” kata Kepala Desa Prembun Masudi, Selasa (4/5).
Areal persawahan di wilayah Prembun yang bersumber dari pengairan irigasi Gambarsari rawan puso ketika musim tanam dua, kemarau. Bahkan sejak beberapa waktu terakhir sudah diberlakukan jadwal bergilir distribusi air.
Oleh karena itu, pembendungan Sungai Ijo menjadi solusi untuk menyelamatkan tanaman padi petani. Agar kejadian puso tidak terulang kembali.
Sehubungan dengan hal tersebut. Masudi meminta kebijaksanaan terkait penggunaan dana desa. Bahwa belajar dari pengalaman sebelumnya yang dilakukan pemerintah desa dinilai keliru.
“Tahun lalu, saat pemeriksaan penggunaan dana desa. Pembendungan Sungai Ijo dianggap tidak sesuai peraturan. Karena tidak ada bentuk fisiknya. Bendung hanya sekali pakai,” cerita Masudi.
Masudi menilai tindakannya tidak sepenuhnya salah. Sebab, dana desa yang digunakan bukan untuk kepentingan pribadi. Melainkan untuk kesejahteraan petani yang membutuhkan air agar bisa panen.
“Apakah petani kesulitan air dibiarkan saja? Penggunaan dana desa seharusnya lebih fleksibel melihat realita di lapangan,” tukas Masudi. (fij)






