PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas saat ini masih memasuki masa transisi. Yang artinya, cuaca esktrem bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Salah satunya berkaitan dengan angin kencang. Dari pendataan BPBD Kabupaten Banyumas, ada 13 kecamatan yang dinilai rawan bencana angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Titik Puji Astuti menjelaskan pada Desember tahun lalu hingga Februari tahun ini cuaca di Banyumas masih cenderung hujan. Lalu masuk bulan Maret mulai agak reda.
“Kemudian, bulan April ini adalah angin kencang. Pada April ini angin kencang sampai ke musim kemarau. Ini masa transisi musim,” ujarnya.
Sebanyak 13 kecamatan yang dinilai memiliki kerawanan angin kencang diantaranya Pekuncen, Kedungbanteng, Karanglewas, Baturraden, Sumbang, Kembaran, Purwokerto Utara, Purwokerto Timur, Purwojati, Kalibagor, Somagede, Kemranjen, dan Tambak.
Sebagai bentuk sosialisasi dan kampanye agar masyarakat tetap waspada terhadap bencana yang mengintai, BPBD Kabupaten Banyumas melakukan konvoi, Senin (26/4) kemarin. Hal itu juga sebagai salah satu peringatan Hari Kebencanaan Nasional.
Kendaraan milik pemerintah dari beragam unsur, berkeliling kota. Berdasar laporan BPBD, total mobil lebih
kurang 35 unit. Beberapa kendaraan juga terlihat menyemprotkan disinfektan sepanjang jalan SSA.
“Ini sekaligus mengingatkan betapa pentingnya kesiapsiagaan bencana,” kata dia.
Sebab, total kejadian bencana pada tahun 2020 lalu menjadi yang tertinggi tiga tahun lalu. Jumlahnya 690 kejadian. Sedangkan pada tahun 2021 hingga bulan April ini tercatat ada 160 kejadian. (mhd)







