HUMANIORA – Mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Zacky Ferdianto, berhasil menembus babak delapan besar cabang lomba Da’i Putra Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) III Tahun 2026.
Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah tersebut tampil pada babak delapan besar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (6/11/2026). Dengan nomor urut 4, Zacky membawakan materi berjudul “Membangun Persatuan Melalui Dakwah Nusantara dalam Menyatukan Keragaman”.
Angkat Isu Persatuan dan Toleransi
Dalam materinya, Zacky menyoroti pentingnya peran dakwah dalam merawat persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama. Menurutnya, kemajemukan Nusantara merupakan kekayaan sekaligus tantangan yang menuntut sikap toleransi, saling menghormati, dan semangat persaudaraan.
Ia menjadikan penggalan Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 103 sebagai landasan pesan dakwahnya, khususnya tentang pentingnya berpegang teguh pada tali Allah dan menjaga persatuan.
Zacky menegaskan bahwa dakwah harus menjadi jembatan persaudaraan, bukan alat pemecah belah. Ia mengajak umat Islam meneladani cara Rasulullah SAW berdakwah dengan kelembutan, kasih sayang, dan kebijaksanaan.
“Berdakwah dengan penuh kelembutan, bukan kekerasan. Berdakwah dengan penuh kasih sayang, bukan cacian. Dakwah yang mengajak, bukan menginjak, serta menasihati, bukan menghakimi,” pesannya.
Pendekatan Budaya ala Sunan Kalijaga
Zacky juga menekankan pentingnya pendekatan budaya dalam dakwah Nusantara. Menurutnya, pemahaman terhadap tradisi dan kearifan lokal membuat pesan keislaman lebih mudah diterima masyarakat sekaligus memperkuat harmoni sosial.
Ia mencontohkan perjalanan dakwah Wali Songo, khususnya Raden Syahid atau Sunan Kalijaga, yang menyebarkan Islam melalui seni dan budaya. Lewat wayang kulit dan tembang Jawa seperti Lir-Ilir, Sunan Kalijaga menunjukkan bahwa dakwah dapat disampaikan secara kreatif, santun, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Bersaing Ketat dengan 20 Finalis
Keberhasilan Zacky menembus delapan besar merupakan hasil persaingan ketat. Dari 58 PTKIN yang berpartisipasi, sebanyak 20 dai terpilih sebagai finalis.
Pada tahap sebelumnya, Zacky tampil dengan nomor urut 10 dan mengangkat tema ekoteologi. Ia menyampaikan bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar persoalan sosial dan ekologis, melainkan juga bagian dari tanggung jawab seorang muslim kepada Allah SWT. Materi tersebut menghubungkan nilai keimanan dengan kepedulian terhadap alam, dilengkapi landasan Al-Qur’an dan hadis serta relevansinya dengan kearifan lokal.
Zacky mengaku bersyukur atas kesempatan berkompetisi, mengembangkan kemampuan berdakwah, serta bertukar pengalaman dengan mahasiswa dari berbagai PTKIN. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua, guru, teman-teman, dan seluruh pihak yang telah memberikan doa serta dukungan.
Capaian ini menjadi kebanggaan bagi UIN Saizu Purwokerto sekaligus menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi keagamaan dan kemampuan dakwah di tingkat nasional.
OASE PTKIN III Tahun 2026 berlangsung pada 3–7 November 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa PTKIN untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan prestasi dalam bidang agama, sains, dan riset.
Melalui perjuangan Zacky, UIN Saizu berharap lahir generasi dai muda yang tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi dan wawasan keislaman yang kuat, tetapi juga mampu menghadirkan dakwah yang moderat, inklusif, serta relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.
Kini, perjuangan Zacky berlanjut untuk memberikan penampilan terbaik dan membawa nama UIN Saizu meraih prestasi di panggung nasional.
Pewarta : Alri Johan
Editor : Angga Saputra







