BANYUMAS – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak anak-anak membiasakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan sederhana ini menjadi benteng awal menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran kuman serta penyakit.
Ajakan itu disampaikan Sadewo saat menghadiri Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Tingkat Kabupaten Banyumas 2026 di TK Pertiwi Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Selasa (27/10/2026).
Mengusung tema “Be a Handwashing Hero, Aksi Kecil Berdampak Besar”, kegiatan ini diikuti sekitar 105 peserta dari unsur pemerintah daerah, TP PKK, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, pemerintah desa, hingga anak-anak.
Rangkaian acara diisi senam bersama, deklarasi komitmen bersama, dan edukasi kesehatan melalui metode bercerita (storytelling) untuk menanamkan pemahaman anak tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan.
Dalam sambutannya, Sadewo menegaskan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir merupakan kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan. Setiap anak, katanya, bisa berperan sebagai pahlawan cuci tangan dengan menerapkannya sehari-hari.
“Anak-anak semua bisa menjadi pahlawan cuci tangan. Tidak perlu punya kekuatan super, cukup dengan rajin mencuci tangan pakai sabun, kalian sudah melakukan hal baik untuk menjaga kesehatan,” ujar Sadewo.
Ia menjelaskan, tangan menjadi salah satu bagian tubuh yang rentan terpapar kuman karena digunakan memegang berbagai benda setiap hari. Meski terlihat bersih, tangan belum tentu terbebas dari kuman penyebab penyakit.
Karena itu, anak-anak diimbau membiasakan CTPS sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain, serta setiap kali tangan terlihat kotor.
Sadewo juga mendorong anak-anak saling mengingatkan dan mengajak teman-temannya menerapkan kebiasaan tersebut. Menurutnya, upaya ini perlu didukung guru dan orang tua melalui contoh yang konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.
“Dengan contoh dan pembiasaan yang dilakukan setiap hari, anak-anak akan lebih mudah memahami bahwa cuci tangan pakai sabun merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Jadi, kebiasaan ini tidak hanya dilakukan saat ada kegiatan seperti hari ini, tetapi terus dilakukan, baik di sekolah maupun di rumah,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas Agus Anggraito mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak dalam melakukan CTPS secara benar. Kegiatan ini juga diharapkan membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga, sekolah, serta masyarakat.
Agus menegaskan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia tidak boleh berhenti sebatas seremonial. Edukasi berkelanjutan dan dukungan sarana cuci tangan yang memadai dinilai diperlukan agar kebiasaan tersebut diterapkan secara konsisten.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi gerakan nyata untuk membiasakan cuci tangan pakai sabun secara benar dan konsisten. Untuk itu, diperlukan edukasi berkelanjutan serta dukungan sarana cuci tangan yang memadai,” ujar Agus.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Banyumas berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, ceria, aktif, dan cerdas, serta mampu menjadi pelopor perilaku hidup bersih dan sehat mulai dari lingkungan terdekat mereka.
Pewarta : Alri Johan
Editor : Angga Saputra







