INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

“Ini Ironis Sekali”: Keluhan Warga Banyumas soal UHC yang Tak Kunjung Beres

“Ini Ironis Sekali”: Keluhan Warga Banyumas soal UHC yang Tak Kunjung Beres

Pendampingan Pasien Jantung di RSUD Banyumas oleh JPKP Banyumas, Sabtu (10/10/2026) malam. (Foto : Dok. JPKP Banyumas )

Minggu, 11 Oktober 2026

PURWOKERTO – Persoalan program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Banyumas yang belum tuntas meski telah diterbitkan Surat Edaran Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono kembali menuai keresahan masyarakat. Pasalnya, surat edaran yang disebut sebagai solusi sementara itu dinilai belum tersosialisasi hingga ke petugas di rumah sakit pemerintah, termasuk RSUD Banyumas.

Koordinator Musyawarah Masyarakat Banyumas (Murba), Budi Ari Tartanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan banyak data dari ratusan pasien yang terhenti layanannya atau BPJS-nya nonaktif.

“Kami sedang mendata keseluruhan. Penyakit yang harus ditangani seperti cuci darah tidak bisa ditunggu dengan perubahan desil. Apalagi, surat edaran yang katanya menjadi solusi sementara ternyata tidak berlaku karena sosialisasi tidak sampai pada petugas. Ini ironis sekali,” ujar Budi, Minggu (11/10/2026).

Budi juga menyoroti call center yang telah disampaikan oleh Pemkab Banyumas yang dinilainya tidak responsif. “Kami membuka call center sendiri, tanpa harus diumumkan, masyarakat dari mulut ke mulut tahu nomor kami yang bisa dihubungi dan langsung kita upayakan untuk kita advokasi,” ungkapnya.

Surat Edaran Tak Diketahui Petugas RS

Sebelumnya, Surat Edaran Bupati Banyumas terkait evaluasi program UHC ternyata belum diketahui seluruh pegawai rumah sakit. Akibatnya, seorang pasien penyakit jantung yang sedang dirawat di ruang ICU harus membayar dengan biaya umum meski sebelumnya tercover program UHC, Sabtu (10/10/2026) malam.

Ketua DPD JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) Kabupaten Banyumas, Kuat Teguh Sudarto, mengungkapkan hal itu saat mendampingi pasien warga masyarakat di RSUD Banyumas.

“Jika surat edaran itu bisa untuk menangani pasien yang BPJS-nya tidak aktif akibat dari UHC yang sudah cut off, maka saya mohon untuk segera disosialisasikan. Malam ini adalah bukti bahwa di bagian keuangan saja pihak RSUD Banyumas tidak mengetahui adanya surat tersebut,” kata Kuat.

Kuat menuturkan, awalnya ia mendapat laporan dari keluarga pasien penyakit jantung yang BPJS-nya nonaktif. Pihak keluarga, lanjutnya, diberi informasi oleh petugas RS bahwa BPJS belum aktif dan baru akan diurus hari Senin, sehingga penanganan di ruang ICCU pada Sabtu dan Minggu harus menggunakan biaya umum.

“Alhamdulillah sudah selesai, itupun setelah kami datang dan ikut menyampaikan bahwa ada surat edaran yang katanya pasien tetap bisa terlayani,” ujarnya.

Kuat Sesalkan Sosialisasi Tak Menyeluruh

Kuat menyesalkan surat edaran yang isinya menjadi solusi sementara akibat program UHC yang mandek itu tidak sampai tersosialisasikan hingga ke seluruh petugas.

“Bagaimana kalau mereka para pasien yang tak punya akses untuk bisa ikut membantu menyelesaikan persoalan seperti ini? Saya tidak bisa membayangkan kebingungan yang terjadi pada para pasien,” ungkap Kuat.

Pemkab Banyumas Klaim Layanan Normal

Persoalan program UHC di Kabupaten Banyumas semakin memanas. Di tengah derasnya keluhan masyarakat penerima manfaat yang dinonaktifkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyatakan tidak ada masalah dalam pelayanan pasien.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) RSUD Banyumas yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Nungky Harry Rachmat, memastikan layanan pasien tetap berjalan normal. Menurutnya, program UHC di Kabupaten Banyumas tetap berjalan dengan melakukan evaluasi agar penerima manfaat tepat sasaran.

Sementara itu, usai aksi unjuk rasa masyarakat pada Jumat (9/10/2026) menuntut UHC diberlakukan kembali, pihak pemerintah daerah yang diwakili sejumlah OPD dan dipimpin Aspemkesra Nungky Harry Rachmat sepertinya belum menghasilkan keputusan penting apa pun.

Ketua Komisi IV DPRD Banyumas, Dukha Ngabdul Wasih, mengatakan bahwa pada Kamis (15/10/2026) akan menggelar rapat besar di DPRD Banyumas.

“Kamis kita rapat besar di DPRD Banyumas,” kata Dukha, singkat.

Salah seorang warga yang juga menangani pasien yang tak lain adalah kakak kandungnya, Yoga Purwono mengaku sampai hari ini dirinya belum ada kepastian apapun. “Ironis, coba saya akan mengurus desil meski itu saran yang konyol, tapi apapun demi penenanganan,” kata Yoga, Minggu (11/10/2026). (redaksi)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Krisis Air Bersih Landa Purwokerto, Warga Kesulitan Dapat Pasokan

Selanjutnya

Mutasi PJU Polda Jateng: Kapolresta Banyumas Diganti, Kombes Dhovan Oktavianton Masuk

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Capek Berharap ke Pemkab Banyumas, Warga Kalikesur Patungan Perbaiki Jalan

Capek Berharap ke Pemkab Banyumas, Warga Kalikesur Patungan Perbaiki Jalan

Minggu, 11 Oktober 2026

Mutasi PJU Polda Jateng: Kapolresta Banyumas Diganti, Kombes Dhovan Oktavianton Masuk

Mutasi PJU Polda Jateng: Kapolresta Banyumas Diganti, Kombes Dhovan Oktavianton Masuk

Minggu, 11 Oktober 2026

“Ini Ironis Sekali”: Keluhan Warga Banyumas soal UHC yang Tak Kunjung Beres

“Ini Ironis Sekali”: Keluhan Warga Banyumas soal UHC yang Tak Kunjung Beres

Minggu, 11 Oktober 2026

Selanjutnya
Mutasi PJU Polda Jateng: Kapolresta Banyumas Diganti, Kombes Dhovan Oktavianton Masuk

Mutasi PJU Polda Jateng: Kapolresta Banyumas Diganti, Kombes Dhovan Oktavianton Masuk

Capek Berharap ke Pemkab Banyumas, Warga Kalikesur Patungan Perbaiki Jalan

Capek Berharap ke Pemkab Banyumas, Warga Kalikesur Patungan Perbaiki Jalan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com