PURWOKERTO – Pos Komando Penanganan Darurat Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas merilis data terbaru terkait penanganan bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per 2 Oktober 2026. Hasilnya, krisis air bersih di wilayah tersebut kian meluas dan berdampak pada ribuan warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, S.STP., M.Hum., menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan upaya maksimal dalam penanganan darurat kekeringan dan karhutla di wilayahnya.
Berdasarkan infografis resmi yang diunggah Pusdalops-PB BPBD Banyumas, sebanyak 81 desa/kelurahan di 22 kecamatan kini berstatus terdampak kekeringan. Tidak hanya permukiman, dampak juga dirasakan 19 fasilitas umum (fasum) yang kehabisan sumber air bersih.
Puluhan Ribu Jiwa Terdampak
Data tersebut mencatat total 19.941 kepala keluarga (KK) atau setara 68.750 jiwa yang mengalami krisis air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, BPBD Banyumas bersama instansi terkait telah melakukan 1.138 ritase pengiriman air bersih dengan total volume mencapai 5.756.000 liter.
Distribusi air bersih tersebut menyasar titik-titik yang paling parah terdampak, mulai dari wilayah perkotaan hingga pelosok desa. Beberapa kecamatan yang masuk dalam daftar terdampak antara lain Purwokerto Utara, Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat, Purwokerto Timur, Sumbang, Kembaran, Sokaraja, Kalibagor, dan sejumlah kecamatan lain di wilayah Banyumas.
Karhutla Juga Jadi Perhatian
Selain kekeringan, Dwi Irawan menyebutkan data Pusdalops-PB BPBD Banyumas juga mencatat luas area terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mencapai 52.588 hektare.
“Titik-titik karhutla tersebar di sejumlah kecamatan, dengan tingkat keparahan bervariasi. Kecamatan Purwokerto Utara tercatat mengalami karhutla seluas 8,903 ha, disusul Kecamatan Purwokerto Selatan 2,913 Hektare, dan Kecamatan Kedungbanteng 2,291 hektare,” terangnya.
BPBD Banyumas mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kekeringan dan karhutla yang dipicu oleh cuaca ekstrem. Warga diharapkan menghemat penggunaan air bersih serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.
Sinergi Berbagai Pihak
Upaya penanganan darurat ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Dalam infografis tersebut, BPBD Banyumas menyampaikan terima kasih kepada sejumlah lembaga yang telah berkontribusi, antara lain BNPB, BPDB, Mandiri Herpon, MDMC, PMI Kabupaten Banyumas, Palang Merah Indonesia (PMI), Dompet Dhuafa, Lazismu, Bank Indonesia, PT Pertamina, PT Pos Indonesia, dan Rotary.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih atau menemui kejadian darurat terkait kekeringan dan karhutla dapat menghubungi Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Banyumas melalui nomor 0815-4880-8886. Layanan ini siaga selama 24 jam untuk merespons laporan dari warga.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, BPBD Banyumas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong dan saling membantu, sejalan dengan semangat “Tanggap, Tangkas, Tangguh” dalam menghadapi bencana kekeringan dan karhutla.
Pewarta : Alri Johan
Editor: Angga Saputra







