BANYUMAS – Ratusan personel TNI, Polri, dan unsur pemerintah daerah berkumpul di lapangan Kodim 0701/Banyumas, Selasa (1/9/2026) pagi. Bukan untuk apel atau latihan, melainkan untuk melaksanakan shalat Istisqa—shalat meminta hujan—di tengah musim kemarau panjang yang mulai melanda wilayah Banyumas.
Sejak pukul 09.00 WIB, suasana di lingkungan Kodim tampak khidmat. Sekitar 60 peserta hadir dengan penuh kesungguhan, memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan dan mengangkat kesulitan akibat kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Gus M. Sa’dullah, Ketua LDNU Kabupaten Banyumas, memimpin jalannya ibadah. Kegiatan berlangsung di bawah pimpinan Komandan Kodim (Dandim) 0701/Banyumas, Letkol Inf Edward Deru Saka Samosir.
Kekeringan Bukan Sekadar Musim, tapi Pengingat
Dalam sambutannya, Letkol Inf Edward menyampaikan bahwa air adalah kebutuhan mendasar bagi kehidupan. Karena itu, shalat Istisqa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ikhtiar lahir dan batin di saat sulit.
“Di tengah kondisi kekeringan ini, kita memohon kepada Allah agar segera menurunkan hujan yang membawa rahmat, kesejukan, dan keberkahan,” ujarnya.
Namun, ada pesan lebih dalam yang disampaikan dalam khutbah kali ini. Gus M. Sa’dullah mengajak jamaah untuk tidak sekadar berdoa, tetapi juga melakukan introspeksi.
“Marilah momentum kekeringan ini kita jadikan kesempatan untuk memperbanyak istighfar, bertaubat, dan introspeksi diri,” pesannya.
Pesan Lingkungan di Tengah Doa
Yang menarik, khutbah shalat Istisqa kali ini juga menyentuh isu lingkungan yang kerap terabaikan. Gus M. Sa’dullah mengingatkan bahwa manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab menjaga alam, bukan merusaknya.
Ia menegaskan, ada beberapa kebiasaan kecil yang justru berdampak besar terhadap krisis air, seperti:
· Menebang pohon secara sembarangan
· Membuang sampah tidak pada tempatnya
· Merusak ekosistem
· Menggunakan air secara berlebihan
“Sebagai khalifah Allah di muka bumi, marilah kita menjaga lingkungan. Kepedulian tidak harus dimulai dari langkah besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan konsisten sudah sangat berarti,” tegasnya.
Antara Doa dan Aksi Nyata
Shalat Istisqa di Kodim 0701/Banyumas menjadi pengingat bahwa doa dan ikhtiar harus berjalan beriringan. Sementara masyarakat menantikan turunnya hujan, upaya menjaga kelestarian lingkungan harus terus dilakukan.
Beberapa langkah kecil yang bisa dilakukan warga Banyumas mulai hari ini:
Menghemat penggunaan air, Mengurangi beban sumber daya air, Menanam pohon di sekitar rumah, menjaga siklus air dan serapan tanah, tidak membuang sampah sembarangan, mencegah pencemaran sumber air dan mengajak tetangga peduli lingkungan serta membangun kesadaran kolektif
Persiapan Matang, Ibadah Lancar
Pelaksanaan kegiatan juga tidak lepas dari kesiapan personel Kodim. Serka Samsul Ma’arif (Babinsa) bersama Sertu Aris Fitrianto (Staf Pers) turut mempersiapkan tempat dan kebutuhan teknis sehingga rangkaian shalat Istisqa berlangsung tertib dan lancar.
Doa untuk Banyumas
Di akhir khutbah, Gus M. Sa’dullah memimpin doa agar Allah menerima taubat dan ikhtiar jamaah, mengangkat kesulitan, serta menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan.
“Semoga Allah menurunkan hujan yang membawa kesejukan, menghidupkan kembali tanah-tanah yang kering, memenuhi kebutuhan masyarakat, serta menjadi rahmat bagi seluruh makhluk-Nya,” tutupnya.
Hujan memang dinantikan, tetapi menjaga bumi harus dimulai sejak hari ini. Doa yang dipanjatkan perlu dibarengi dengan aksi nyata merawat lingkungan, menghemat air, dan menanam pepohonan.
Dari lapangan Kodim 0701/Banyumas, doa pun dipanjatkan. Semoga segera turun hujan yang membawa berkah bagi seluruh warga Banyumas.
Tim Redaksi







