BANYUMAS – Turnamen Sepak Bola PAC Pemuda Pancasila Kedungbanteng Cup III 2026 resmi ditutup di Lapangan Sepak Bola Handaka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Minggu (5/7/2026). Ajang yang digelar dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bakti Pancasila 2026 ini dimenangkan oleh Walisongo FC Dawuhan Kulon setelah mengalahkan Putra Agung Baseh dengan skor 3–1 di partai final.
Penutupan dilakukan oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Banyumas, Yudho F. Sudiro, S.H., M.H. Acara turut dihadiri Wakil MPO MPC Pemuda Pancasila, Dankoti dan jajaran, Ketua Askab PSSI Banyumas, para Ketua PAC Pemuda Pancasila se-Kabupaten Banyumas, unsur Forkopimcam Kedungbanteng (Camat, Kapolsek, Danramil), perwakilan Banser Kecamatan Kedungbanteng, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Yudho F. Sudiro mengapresiasi seluruh pihak yang menyukseskan turnamen. Ia berharap kegiatan serupa terus berkembang dan menjadi cikal bakal lahirnya klub sepak bola Pemuda Pancasila di Kabupaten Banyumas.
Final Berlangsung Sengit dan Sportif
Partai puncak mempertemukan Putra Agung Baseh dengan Walisongo FC Dawuhan Kulon di hadapan ratusan penonton. Putra Agung sempat unggul lebih dulu melalui gol Asep pada menit ke-28, namun Walisongo FC membalas dengan tiga gol berturut-turut dari Andi Odang, Ambon, dan Malik. Skor akhir 3–1 memastikan Walisongo FC keluar sebagai juara dan membawa pulang trofi PAC Kedungbanteng Cup III 2026.

Ketua PAC Pemuda Pancasila Kedungbanteng sekaligus Ketua Panitia, Arif Yuliarso, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara.
“Partai final berlangsung menarik dan penuh semangat sportivitas. Terima kasih kepada seluruh tim, perangkat pertandingan, aparat keamanan, sponsor, dan masyarakat yang telah mendukung,” ujarnya.
Wakil Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Banyumas, dr. H. Tangguh Budi Prasetyo, S.H., M.H.Kes., yang menyaksikan langsung laga final, menilai turnamen ini memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi. Menurutnya, sepak bola efektif membangun karakter, disiplin, kerja sama, dan semangat kompetisi sehat bagi generasi muda.
“Semoga ke depan semakin banyak bibit pemain berbakat dari Banyumas yang mampu berprestasi di tingkat lebih tinggi,” katanya.
Tingginya minat masyarakat menjadi bukti olahraga masih menjadi perekat sosial. Salah satu penonton, Andi Wibowo, yang juga Ketua Ranting Pemuda Pancasila Kranji, Purwokerto Timur, mengaku terhibur dengan kualitas pertandingan. Ia berharap turnamen ini menjadi agenda tahunan yang terus berkembang.
PAC Pemuda Pancasila Kedungbanteng Cup III 2026 membuktikan bahwa olahraga mampu menjadi wahana kebersamaan lintas elemen. Kehadiran pemerintah, aparat keamanan, ormas, tokoh masyarakat, dan pecinta sepak bola dalam satu arena mencerminkan semangat gotong royong yang masih hidup di masyarakat.
Turnamen ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan ruang untuk menyatukan masyarakat, melahirkan talenta baru, serta memperkuat nilai persaudaraan, sportivitas, dan nasionalisme yang sejalan dengan roh peringatan Hari Lahir Pancasila. Dengan berakhirnya ajang ini, harapan besar muncul agar turnamen terus menjadi agenda tahunan yang membawa prestasi sekaligus mempererat solidaritas warga Banyumas.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra






