NASIONAL – Arus pemulangan jemaah haji Indonesia terus berlangsung lancar. Hingga hari kesebelas masa pemulangan, total 69.388 orang telah tiba di Tanah Air. Di tengah proses kepulangan ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menekankan bahwa keberhasilan haji tidak hanya soal operasional, melainkan lahirnya haji mabrur yang membawa peradaban.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, melaporkan bahwa sebanyak 187 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Jeddah.
“Alhamdulillah, proses pemulangan berjalan lancar. Total 72.825 jemaah dan 747 petugas telah diberangkatkan. Dengan demikian, jumlah keseluruhan yang dipulangkan mencapai 73.572 orang,” ujar Ichsan di Makkah, Jumat (12/6/2026) dikutip dari laman Kemenhaj.
Ia merinci, sebanyak 176 kloter telah tiba di Indonesia dengan total 68.686 jemaah dan 702 petugas. Secara keseluruhan, jumlah kedatangan di Tanah Air hingga saat ini mencapai 69.388 orang.
Pergerakan ke Madinah dan Pemulangan Jemaah Khusus
Selain proses kepulangan, pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah juga terus berjalan. Sebanyak 88 kloter dengan 33.820 jemaah dan 352 petugas telah diberangkatkan ke Madinah, atau total 34.172 orang.
Sementara itu, jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia tercatat sebanyak 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.
Kemabruran Haji: dari Perilaku Sehari-hari hingga Kontribusi Sosial
Menurut Ichsan, keberhasilan haji tidak cukup diukur dari kelancaran operasional semata. Nilai kemabruran menjadi parameter utama yang harus terus dijaga.
“Haji merupakan perjalanan spiritual yang diharapkan melahirkan perubahan diri nyata. Kemabruran haji harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, kepedulian terhadap sesama, semangat gotong royong, serta kontribusi positif bagi lingkungan. Dari sinilah lahir sukses peradaban,” ujar Ichsan.
Ia menegaskan bahwa sukses peradaban menjadi salah satu cita-cita besar penyelenggaraan haji Indonesia.
Larangan Air Zamzam di Koper dan Imbauan Kesehatan
Ichsan kembali mengingatkan seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam akan dibagikan melalui debarkasi setibanya di Indonesia sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
“Air zamzam yang menjadi hak jemaah telah disiapkan. Kami imbau jemaah untuk tidak menyimpannya di koper guna menghindari kendala pemeriksaan dan penerbangan,” tegasnya.
Jemaah yang masih berada di Arab Saudi juga diimbau untuk tetap menjaga kesehatan mengingat cuaca yang masih panas. Perhatian khusus diminta kepada jemaah lansia, disabilitas, dan yang sedang kurang sehat.
“Jika melihat jemaah yang membutuhkan bantuan, jangan ragu memberikan perhatian dan pertolongan. Semangat kebersamaan adalah bagian penting dari kemabruran,” katanya.
Haji Mabrur, Pengabdian yang Dimulai Sepulang ke Tanah Air
Menutup keterangannya, Ichsan mengajak seluruh jemaah menjadikan nilai-nilai haji sebagai bekal kehidupan setelah kembali ke Tanah Air.
“Perjalanan haji telah usai, tetapi pengabdian sebagai haji mabrur baru dimulai. Sukses peradaban dimulai dari hal sederhana: kepedulian, saling menghormati, menjaga ketertiban, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan,” pungkasnya.
Ia berharap nilai-nilai tersebut terus hidup, baik selama di Tanah Suci maupun setelah kembali ke Indonesia, sehingga kemabruran haji membawa kebaikan bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban yang lebih baik.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra







