PURWOKERTO – Suasana syahdu menyelimuti pembukaan Banyumas International Literasi Festival (BIL Fest) 2026 di Hetero Space, Jalan Gatot Subroto, Purwokerto, Jumat (12/6/2026). Alunan gending Jawa dari kelompok seni Sarasvati, SMA Negeri 1 Purwokerto, membuka rangkaian acara yang sarat akan nilai tradisi.
Acara yang berlangsung pada hari kedua festival ini dimulai pukul 13.00 WIB. Dipandu MC Zul, seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza sebagai bentuk cinta tanah air.
‘Pitutur Kaki’, Kolaborasi Calung dan Gamelan Jawa
Penampilan Sarasvati bukan sekadar hiburan. Pembina sanggar, Uki Trihardono, menjelaskan bahwa komposisi yang dibawakan berjudul Pitutur Kaki—sebuah karya baru yang memadukan calung Banyumasan dengan gamelan Jawa.
“Tujuannya agar generasi muda mau menggali lagi nilai-nilai yang telah dituturkan pendahulu kita,” ujar Uki.
Proses latihan memakan waktu satu hingga dua minggu. Meski sempat terkendala keterbatasan alat musik, seperti tidak adanya instrumen tradisional langka bernama buncis, Uki tetap mempertahankan pola klasik seperti gender, sitar, dan gambang yang dikolaborasikan dengan sentuhan modern.
Founder: BIL Fest Adalah Doa yang Bergerak
Founder BIL Fest, Rahmi Wijaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa festival ini lebih dari sekadar perayaan tahunan. Baginya, BIL Fest adalah sebuah doa yang terus dipanjatkan.
“Terus berdoa supaya menjadikan literasi menjadi kebanggaan bagi masyarakat Banyumas,” ucap Rahmi.
Rahmi memaparkan sejumlah program unggulan, termasuk Temu Penerbit yang menghadirkan penerbit nasional seperti Mojok, Semut Api, Ohara, Mizan, serta Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).
Sepanjang 10 hari penyelenggaraan (12-20 Juni 2026), tersedia 40 sesi bincang inspiratif, bazar buku, dan bazar UMKM. Tahun ini, panitia menargetkan 10.000 pengunjung, naik dari 5.000 pengunjung pada tahun lalu.
Literasi adalah Solusi
Mewakili Bupati Banyumas, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Anggraito, mengapresiasi tema Selamet (Selaras, Literat, Menguatkan). Ia menekankan bahwa literasi tak lagi sekadar baca tulis.
“Literasi adalah solusi. Bagaimana kita mengelola informasi untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Agus.
Ia optimistis kondisi literasi di Banyumas semakin baik berkat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pegiat literasi. Keberadaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) berprestasi tingkat nasional menjadi bukti nyata.
Puncak acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Agus Anggraito dan Rahmi Wijaya. Prosesi ini menjadi tanda resmi dimulainya BIL Fest 2026.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Alvin. Ia berharap penyematan kata “internasional” tak hanya sekadar slogan, tetapi benar-benar berdampak nyata.
Seluruh rangkaian pembukaan berakhir dengan sesi foto bersama, diiringi alunan penutup dari Sarasvati. Festival akan berlangsung hingga 20 Juni 2026 mendatang, dengan puluhan diskusi dan kegiatan literasi lainnya.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra








