NASIONAL – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto mengkritisi pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Banyumas. Ia menilai kewenangan pihak pendamping, Agrinas, terlalu besar sehingga berpotensi mengurangi kemandirian koperasi desa.
Kritik tersebut disampaikan Adisatrya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di kompleks parlemen, belum lama ini.
“Di lapangan terdapat persepsi bahwa kewenangan yang diberikan kepada Agrinas itu terlalu besar dalam mengelola KDMP selama masa pendampingan dua tahun. Kondisi ini berpotensi mengurangi kemandirian KDMP sebagai badan usaha,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Banyumas-Cilacap tersebut.
Menurut Adisatrya, seharusnya KDMP dikelola oleh anggota melalui mekanisme koperasi, bukan didominasi pihak luar.
Pengurus Desa Tak Berperan Maksimal
Politisi yang akrab disapa Mas Adi itu juga menyoroti lemahnya peran pengurus KDMP yang dipilih melalui musyawarah desa.
“Pengurus KDMP yang dipilih melalui mekanisme musyawarah desa belum memiliki peran yang memadai dalam operasional KDMP. Ini berpotensi menurunkan motivasi pengurus serta mengurangi rasa kepemilikan terhadap koperasi tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah ketentuan teknis yang diterapkan Agrinas dinilai tidak selaras dengan prinsip-prinsip koperasi oleh pengurus dan masyarakat.
Pengelola dari Agrinas Tak Berakar dari Desa
Kritik lain disampaikan terkait pengisian posisi pengelola KDMP. Adisatrya menyebut nama-nama yang ditempatkan Agrinas tidak berasal dari usulan pemerintah desa atau masyarakat setempat.
“Pengisian pengelola KDMP dari Agrinas tidak berasal dari nama-nama yang sebelumnya diusulkan oleh pemerintah desa atau masyarakat setempat. Ini mengurangi keterlibatan masyarakat desa,” tegasnya.

Banyumas: Laboratorium Koperasi dan ‘Leluhuran’ Presiden
Adisatrya menekankan bahwa Banyumas memiliki posisi istimewa dalam sejarah perkoperasian nasional. Ia menyebut koperasi pertama di Indonesia lahir di Banyumas. Selain itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono juga meresmikan KDMP pertama di wilayah Kabupaten Banyumas.
“Banyumas tentu juga merupakan leluhuran Bapak Presiden,” imbuhnya, merujuk pada kampung halaman Presiden Prabowo Subianto.
Tetap Dukung Program, Minta Evaluasi
Meski menyampaikan sejumlah catatan, Adisatrya menegaskan bahwa KDMP adalah program strategis pemerintah yang sangat baik untuk memperkuat perekonomian desa.
“Keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat desa. Karena itu, prinsipnya koperasi kan semangat dari bawah untuk kepentingan kemajuan bersama,” pungkasnya.
Ia meminta Menteri Koperasi mengevaluasi berbagai persoalan di lapangan agar pelaksanaan tahun-tahun berikutnya bisa lebih baik.
Penulis : Angga Saputra






