INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Menguji Imunitas Moral Bangsa, Menghidupkan Spirit Pancasila memerangi Narkoba

Menguji Imunitas Moral Bangsa, Menghidupkan Spirit Pancasila memerangi Narkoba
Senin, 1 Juni 2026

Toni RM

Sering saya sampaikan dalam diskusi publik dengan orang – orang terpelajar ataupun dalam juguran bersama masyarakat di desa – desa : penting mana antara imunitas dan mentalitas? Sebagian menjawan penting imunitas karena terkait kesehatan fisik sesosok manusia. Dalam pemahaman mereka jika fisiknya sehat, mudah untuk melakukan aktivitas apapun. Sebagian lagi menjawab lebih penting mentalitas, karena jika mentalnya sehat juga akan mudah bagi seorang manusia dalam bertindak apapun. Ada juga yang menjawab penting keduanya, ini juga relevan dengan kenyataan dan tuntutan hidup.

Imunitas dan mentalitas inipun melekat pada bukan hanya sosok manusia saja, namun lebih dari itu adalah melekat dalam sebuah bangsa. Secara populasi, ada pada pundak anak muda lah kekuatan bangsa ini bertumpu menjadi serangkaian sistem pertahanan. Dalam sebuah organisasi, fisikli tubuh mahluk hidup ataupun organisasi kenegaraan pastilah memiliki sistem pertahanan. Kemudian saya kok jadi bertanya, mengapa penyakit bangsa ini seperti komplikasi? Apa sebabnya? Apakah karena kurang imunitas atau gangguan mentalitas?

Kita tahu bahwa Indonesia hari ini tengah mengalami perang asimetris yang tidak menggunakan nuklir, akan tetapi salah satunya adalah zat adiktif perusak saraf sebagai senjatanya. Jadi rupanya saat ini tidak sedikit, ya cukup banyak, atau bahkan sangat banyak karena jumlahnya jutaan wajah – wajah muda telah terjebak dalam ruang belenggu Narkoba. Ini bukan tentang orang perorang, akan tetapi pertaruhan eksistensi bangsa Indonesia kita tercinta.

Fenomena saat ini, Narkoba bukan hanya tentang kebodohan, akan tetapi tentang kejahatan. Makna yang ada di sebalik kejahatan itu pastilah tidak sekedar keuntungan finansial namun dikhawatirkan ada tunggangan mengacak – acak ideologi, yang dimulai dengan mengacak – acak moralitas bangsa. Mulai dari rakyat jelata hingga pejabat tinggi bisa jadi terlibat di dalam permainan iblis ini.

Kita seakan lupa bahwa ada satu gegaman yang mestinya kita pegang tidak hanya dalam genggaman, akan tetapi diinstal secara menyeluruh, yaitu nilai luhur Pancasila. Kita telah mempermalukan diri sendiri jika Falsafah Pancasila sekadar menjadi pajangan dinding kelas, kantor atau teks hafalan seremonial saat upacara saja, melainkan harus diaktifkan sebagai benteng pertahanan moral dan spiritual yang paling radikal.

Secara filosofis, kejahatan narkoba adalah bentuk pengingkaran paling nyata terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Begawan filsafat hukum Indonesia, Notonagoro, pernah menegaskan bahwa manusia merupakan makhluk mono-pluralis—sebuah kesatuan utuh yang tak terpisahkan antara jiwa (asal, rasa, kehendak) dan raga. Secara farmakologi, zat Narkoba bekerja dengan cara merusak keselarasan tersebut; melumpuhkan akal sehat, mematikan nurani, dan menghancurkan fisik penggunanya. Ketika akal dan raga manusia telah hancur, maka akan runtuh pula martabat kemanusiaan yang adil dan beradab.

Manusia bukanlah Zombie :

Jangan serahkan logika akal sehat pada zat adiktif

Ancaman ini tidak hanya pada ranah fiktif filosofis semata, melainkan realitas empiris yang sangat berwujud. Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri mencatat rekor luar biasa dalam pengungkapan ribuan kasus Narkoba di Indonesia. Fenomena kejahatan menonjol baru-baru ini menjadi tamparan keras yang membuktikan betapa nilai-nilai Pancasila telah diinjak-injak oleh sindikat narkoba, peristiwa itu antara lain :

Pertama, Penyelundupan Masif Jalur Laut. Pengungkapan penyelundupan sabu dalam jumlah tonan dari kapal asing di perairan Kepulauan Riau menegaskan adanya agresi ekonomi dan jaringan internasional. Hal ini merupakan pelanggaran terang – terangan terhadap Persatuan Indonesia, sebuah upaya pelemahan ketahanan nasional melalui strategi proxy war.

Kedua, Pengkhianatan Aparat Penegak Hukum : Peristiwa tertangkapnya oknum penegak hukum, seperti kasus mantan Kasat Resnarkoba yang terlibat jaringan Narkotika, merupakan puncak rusaknya moralitas. Tindakan semacam ini secara keji telah melanggar Keadilan Sosial. Lembaga yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat justru runtuh dari dalam karena keserakahan materialistik dan kelemahan mentalitas. “Setan aja angkat topi”. Kira – kira seperti itu sindiran ala gen Z.

Saya jadi ingat dengan kebijaksanaan filsuf Indonesia, Driyarkara, dalam pemikiran tentang memanusiakan manusia (homo homini socius), mengingatkan bahwa tatanan sosial akan rusak jika manusia kehilangan kompas etisnya. Ketika pemegang otoritas justru bersekutu dengan bandar, keadilan hukum menjadi timpang, memperlakukan korban secara diskriminatif sementara mafia bergerak bebas.

Sudah semestinya kita menginstal dan menggunakan software nilai Pancasila yang telah lama kita simpan dalam direktori jiwa. Spirit  Pancasila dalam melawan kejahatan narkoba setidaknya menyuguhkan kerangka pemikiran seperti ini : Sila 1 dan Sila 2 merupakan Pilar Ontologis yaitu menjaga martabat bangsa dan penguatan imunitas moral bangsa. Sila ke 3 dan Sila ke 4 adalah Pilar Epistemologis yaitu Gerakan Masyarakat dalam menghalau perang proxy. Sila ke 5 merupakan pilar Aksiologis yaitu dalam menjalankan dan mewujudkan hukum yang progresif salah satunya adalah dengan tindakah rehabilitatif bagi korban Narkoba.

Gegaman Paramuda, menentukan kembali arah bangsa

Intuisi kontemplatif membisikkan bahwa untuk memutus mata rantai kejahatan sistemik ini, negara tidak bisa hanya mengandalkan senjata atau jeruji besi saja. Bangsa ini tidak kurang orang pintar yang diam saja atau pun banyak bicara, namun kita membutuhkan keberanian. Gerakan pemuda yang radikal dalam tindakan, namun berbasis pada etika luhur Pancasila. Kelompok usia muda bukan sekadar obyek perlindungan, melainkan subyek utama (modal sosial) pertahanan bangsa.

Setidaknya ada tiga peran krusial yang perlu diambil oleh generasi muda saat ini : Pertama, para Intelektual Jalanan : Pemuda harus tampil menjadi garda depan dalam menyebarkan literasi bahaya Narkoba menggunakan bahasa sains dan logika, boleh dengan bahasa gaul tentunya, namun berorientasi pada hal yang bukan sekadar doktrin menakut-nakuti. Mereka wajib membangun ekosistem pergaulan yang sehat secara kritis di dunia digital maupun nyata.

Kedua, membanjiri Media Sosial dengan Karya Nyata . Medsos memang menjadi salah satu sumber informasi bak air bah. Namanya air bah juga tentu membawa apapun yang bisa dibawa, Paramuda harus mampu meruntuhkan narasi bahwa narkoba adalah simbol modernitas atau pelarian masalah. Banjiri ruang digital dengan karya, seni, teknologi, dan inovasi yang membuktikan bahwa kualitas hidup sejati dicapai melalui kejernihan pikiran, bukan ilusi zat adiktif.

Ketiga, menjadi Pejuang Kemanusiaan. Paramuda harus berani menyuarakan keadilan yang humanis. Mendukung aparat untuk menghukum mati bandar besar, namun di sisi lain aktif mengajak dan mendampingi teman atau korban penyalahgunaan narkoba agar berani melaporkan diri supaya mendapatkan layanan rehabilitasi. Ini adalah manifestasi nyata dari hukum yang mengabdi pada kemanusiaan, seperti dalam konsep teori hukum progresifnya Satjipto Rahardjo.

Merebut Kembali Kemanusiaan dari tangan Narkoba

Menyelamatkan bangsa Indonesia dari darurat Narkoba adalah tentang bagaimana kita merawat kembali jiwa – jiwa bangsa (the souls of the nation). Kita harus menyadari bahwa sekecil apapun bobot narkoba yang lolos adalah satu langkah mundur bagi peradaban kita. Hanya dengan menghidupkan kembali spirit Pancasila dalam setiap tindakan nyata penegak hukum dan komitmen bersama generasi muda, kita dapat memastikan Indonesia tetap berdiri tegak, berdaulat, dan bersih dari kontaminasi toksin moralitas. Saya berbicara kepada paramuda, mari kita lakukan bersama.

Selamat hari lahir Pancasila. Masih hafal kan sila – sila nya?

Penulis adalah Kandidat Doktor Hukum, Bekerja di BNN Kabupaten Banyumas dan pernah meraih penghargaan sebagai Pemuda Pelopor Pencegahan Narkoba dari Bupati Banyumas.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Adisatrya Berkomitmen Mengawal Pemenuhan Hak-Hak Korban

Selanjutnya

Kuasa Hukum Sebut Mandiri Taspen Purwokerto “Menyesatkan”, Datangi Korban Door to Door Bukan untuk Mendata

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

UGM Kembangkan Teknologi Evaporator dan Kristalisator di Banyumas, Solusi Tingkatkan Mutu Gula Semut untuk Pasar Ekspor

UGM Kembangkan Teknologi Evaporator dan Kristalisator di Banyumas, Solusi Tingkatkan Mutu Gula Semut untuk Pasar Ekspor

Senin, 1 Juni 2026

Kuasa Hukum Sebut Mandiri Taspen Purwokerto “Menyesatkan”, Datangi Korban Door to Door Bukan untuk Mendata

Kuasa Hukum Sebut Mandiri Taspen Purwokerto “Menyesatkan”, Datangi Korban Door to Door Bukan untuk Mendata

Senin, 1 Juni 2026

Menguji Imunitas Moral Bangsa, Menghidupkan Spirit Pancasila memerangi Narkoba

Menguji Imunitas Moral Bangsa, Menghidupkan Spirit Pancasila memerangi Narkoba

Senin, 1 Juni 2026

Selanjutnya
Kuasa Hukum Sebut Mandiri Taspen Purwokerto “Menyesatkan”, Datangi Korban Door to Door Bukan untuk Mendata

Kuasa Hukum Sebut Mandiri Taspen Purwokerto "Menyesatkan", Datangi Korban Door to Door Bukan untuk Mendata

UGM Kembangkan Teknologi Evaporator dan Kristalisator di Banyumas, Solusi Tingkatkan Mutu Gula Semut untuk Pasar Ekspor

UGM Kembangkan Teknologi Evaporator dan Kristalisator di Banyumas, Solusi Tingkatkan Mutu Gula Semut untuk Pasar Ekspor

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com