PURWOKERTO – Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah awak media, Rabu (13/5/2026). Kegiatan berlangsung di Lantai IV Rektorat dengan tema “Strategi Media Relation dalam Meningkatkan Citra Perguruan Tinggi”.
Acara ini dihadiri Rektor UIN Saizu, Prof. Dr. H. Ridwan, M.Ag jajaran pimpinan dan civitas akademika, insan pers, pegiat media sosial serta Ketua PWI Banyumas, Lilik Darmawan, sebagai narasumber.
Rektor: UIN Saizu Catat Lonjakan Guru Besar dan Akreditasi Unggul
Dalam pemaparannya, Prof. Ridwan menyampaikan sejumlah capaian kinerja UIN Saizu yang menunjukkan peningkatan signifikan.
Pertumbuhan guru besar meningkat pesat dalam lima tahun terakhir:
· 2021: 5 orang
· 2022: 9 orang
· 2023: 21 orang
· 2024: 23 orang
· 2026: 32 orang
Capaian akreditasi program studi:
· Akreditasi A/Unggul: 18 prodi
· Akreditasi Baik Sekali: 11 prodi
· Akreditasi Baik: 8 prodi
UIN Saizu juga memiliki 28 jurnal ilmiah, dengan dua jurnal terindeks Scopus Q1: Jurnal Volksgeist dan Jurnal Al-Manahij.
Fakultas Saintek Resmi Berdiri, Buka 4 Prodi Baru
Berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 44 Tahun 2025, UIN Saizu resmi memiliki Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) dengan empat program studi:
· Arsitektur
· Informatika
· Ilmu Lingkungan
· Perpustakaan dan Sains Informasi
Saat ini, UIN Saizu memiliki 6 fakultas, 8 program magister, dan 1 program doktor Studi Islam Integratif. Total mahasiswa tercatat 15.830 orang, dengan 272 dosen dan 181 tenaga kependidikan.
41 Kerja Sama Internasional dengan 17 Negara
UIN Saizu menjalin 41 kerja sama internasional dengan mitra di 17 negara, antara lain Amerika Serikat, Belanda, Australia, Turki, Korea Selatan, Malaysia, Arab Saudi, China, Rusia, hingga Yordania.
Program internasionalisasi meliputi student inbound/outbound, guest lecturer, research collaboration, hingga visiting professor. UIN Saizu juga memiliki 78 mahasiswa internasional dari 28 negara di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.
Ketua PWI Banyumas : AI Ubah Lanskap Jurnalistik
Sebagai narasumber, Ketua PWI Banyumas, Lilik Darmawan, memaparkan tantangan jurnalistik di era kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan data survei Reuters Institute & Oxford, terjadi perubahan perilaku konsumsi informasi:
· Podcast menjadi sumber informasi hingga 15 persen
· AI chatbots mencapai 9 persen
Lilik juga memperkenalkan OpenClaw, AI agent open-source yang mampu menjalankan tugas secara otomatis, seperti membuat file, mengirim pesan, menjalankan perintah, hingga memperbarui sistem tanpa tindakan manual.
“Automasi ini dapat memberikan informasi cuaca, agenda prioritas di kalender, serta berita utama secara otomatis bahkan sebelum pengguna membuka ponsel,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perkembangan AI membawa dampak serius bagi industri media. Oleh karena itu, menjaga hubungan baik antara media dengan kampus atau instansi lain menjadi semakin penting di tengah perubahan lanskap jurnalistik.
Sinergi Media dan Kampus untuk Bangun Citra Positif
Melalui FGD ini, UIN Saizu berharap dapat memperkuat sinergi dengan media dalam membangun citra positif perguruan tinggi, sekaligus beradaptasi dengan tantangan jurnalistik di era kecerdasan buatan.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra






