INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Komunitas Ruang Hidup Hadirkan Art Therapy Pertama di Purwokerto, Jadi Ruang Aman Ekspresi Emosi

Komunitas Ruang Hidup Hadirkan Art Therapy Pertama di Purwokerto, Jadi Ruang Aman Ekspresi Emosi

Suasana kegiatan art therapy yang digelar Komunitas Ruang Hidup di Purwokerto. Para peserta diajak menuangkan emosi dan pengalaman hidup ke dalam lukisan tanpa tuntutan hasil karya yang sempurna. Kegiatan ini bertujuan menjadi ruang aman untuk melepaskan stres secara sehat. (Foto: Dok. Komunitas Ruang Hidup)

Rabu, 13 Mei 2026

PURWOKERTO – Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, hadir sebuah ruang aman bernama Komunitas Ruang Hidup. Komunitas ini menjadikan seni sebagai media penyembuhan emosional dan tempat berbagi cerita kehidupan.

Komunitas ini pertama kali dibangun oleh Eka Risma, S.Ds., M.I.Kom., pada Maret 2025 di Kota Purwokerto. Pendiriannya sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kesehatan mental yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.

Seni sebagai Media Stress Release

Mengusung konsep “seni sebagai media stress release”, setiap peserta diajak menuangkan segala rasa, pikiran, dan pengalaman hidup ke dalam karya lukisan. Tidak ada tuntutan untuk menjadi seorang seniman.

Dalam kegiatan ini, seni tidak dinilai dari bagus atau tidaknya hasil karya, melainkan dari keberanian seseorang untuk mengenali dan menyalurkan emosinya secara sehat.

Pendiri: Seseorang Butuh Didengar, Bukan Nasihat Panjang

Pendiri Komunitas Ruang Hidup, Eka Risma, menyampaikan bahwa komunitas ini lahir dari pengalamannya sebagai seniman dengan karya-karya bertema kesehatan mental.

“Kadang seseorang tidak membutuhkan nasihat panjang. Mereka hanya butuh didengar dan diberi ruang untuk jujur dengan perasaannya. Lewat lukisan dan surat, kami ingin mereka tahu bahwa emosi mereka tetap berharga,” ujar Eka Risma.

Ia menambahkan, komunitas ini bukan tentang melihat masa lalu seseorang, melainkan tentang membuka kesempatan baru untuk pulih dan kembali menjadi manusia yang utuh.

Struktur Tim dan Kegiatan Rutin

Sejak berdiri pada Maret 2025, Komunitas Ruang Hidup memiliki tim yang terdiri dari:

· Eka Risma, S.Ds., M.I.Kom. – Founder & Art Specialist
· Andika Kurniawan Pradana, S.Psi. – Praktisi SDM
· Ismiyati Hanum, S.Ds., M.Ds. – Desainer Grafis
· Nining – Art Specialist
· Yunan, Farraz, Faiz – Media
· Rafin – Admin

Komunitas ini secara konsisten mengadakan berbagai kegiatan art therapy rutin yang terbuka untuk masyarakat umum. Kegiatan dikemas dengan suasana hangat, suportif, dan tanpa stigma.

Kolaborasi dengan UIN Saizu, Growe Wonosobo, hingga Rutan Yogyakarta

Dalam perjalanannya, Komunitas Ruang Hidup aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, antara lain:

· UIN Saizu Purwokerto – Workshop seni lukis sebagai media art therapy
· Komunitas Growe Wonosobo – Kegiatan seni reflektif bagi pekerja
· Rutan Kelas IIA Yogyakarta – Program art therapy melalui surat bagi warga binaan

Program Surat untuk Warga Binaan: Menuangkan Rasa Rindu dan Penyesalan

Kolaborasi terbaru dilakukan bersama warga binaan Rutan Kelas IIA Yogyakarta. Para warga binaan diberikan ruang untuk menulis surat penuh perasaan yang nantinya dapat dikirimkan kepada keluarga mereka.

Surat tersebut menjadi bagian paling menyentuh dalam sesi terapi. Banyak warga binaan yang untuk pertama kalinya berani menuangkan rasa rindu, penyesalan, harapan, hingga permintaan maaf kepada orang-orang tercinta.

Beberapa di antaranya menuliskan kerinduan kepada ibu, anak, pasangan, hingga keluarga yang sudah lama tidak mereka temui secara langsung.

Konsep art therapy yang dibawakan berfokus pada emotional release atau pelepasan emosi secara sehat. Peserta dibebaskan melukis warna, simbol, maupun bentuk apa pun yang menggambarkan isi hati mereka tanpa penilaian benar atau salah.

Suasana Haru Saat Menuangkan Emosi ke Kanvas dan Surat

Suasana kegiatan berlangsung penuh haru ketika para peserta mulai menuangkan emosinya ke atas kanvas dan lembar surat. Tidak sedikit warga binaan yang menangis saat menulis karena merasa akhirnya memiliki ruang untuk menyampaikan apa yang selama ini hanya disimpan di dalam hati.

Apresiasi dari Kepala Rutan Yogyakarta

Kepala Rutan Kelas IIA Yogyakarta, Tri Agung Arianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.

“Saya mengucapkan apresiasi untuk Ruang Hidup. Kegiatan ini telah membantu warga binaan mengatasi tingkat stres yang diakibatkan dari proses persidangan dan penahanan selama di Rutan Yogyakarta. Selanjutnya, kegiatan ini bisa menjadi terobosan ke depan sebagai kegiatan diversifikasi bagi warga binaan. Harapannya bisa memberikan manfaat baik bagi petugas, warga binaan, keluarga, serta masyarakat,” ujar Tri Agung Arianto.

Dampak Positif bagi Keluarga yang Rindu

Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi keluarga warga binaan yang rindu dan sudah lama tidak bertemu. Salah satu keluarga warga binaan mengungkapkan:

“Hai kak, di foto ini ada suami aku lho. Terima kasih ya kak sudah sempat mengabadikan, jadi tahu kegiatan dia. Terima kasih banyak, setidaknya rindu saya terobati karena belum sempat menjenguk,” ujarnya.

Terus Berkembang sebagai Ruang Sosial yang Mengedepankan Kepedulian

Hingga saat ini, Komunitas Ruang Hidup terus berkembang sebagai ruang sosial yang mengedepankan nilai kepedulian, welas asih, dan keberanian untuk saling mendengarkan. Melalui seni, komunitas ini ingin mengingatkan bahwa setiap orang berhak memiliki ruang untuk pulih, didengar, dan diterima apa adanya.

Dengan semangat “bertumbuh bersama”, Komunitas Ruang Hidup berharap dapat terus menjadi rumah bagi banyak orang yang sedang berproses dalam hidupnya, sekaligus memperluas edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental tanpa rasa takut maupun stigma sosial.

Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Visa Mujamalah Masih Dijanjikan Travel PT Atlas, Kuasa Hukum: Jangan-Jangan Kemenhaj Banyumas Sudah Lemas

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Komunitas Ruang Hidup Hadirkan Art Therapy Pertama di Purwokerto, Jadi Ruang Aman Ekspresi Emosi

Komunitas Ruang Hidup Hadirkan Art Therapy Pertama di Purwokerto, Jadi Ruang Aman Ekspresi Emosi

Rabu, 13 Mei 2026

Travel Atlas Purwokerto Gagal Berangkatkan Haji Furoda, Calon Jamaah Teriak Rugi Miliaran Rupiah

Visa Mujamalah Masih Dijanjikan Travel PT Atlas, Kuasa Hukum: Jangan-Jangan Kemenhaj Banyumas Sudah Lemas

Rabu, 13 Mei 2026

Pengajar Seni Asal Singapura Kunjungi Purwokerto, Terkesan dengan Karya Cipto Pratomo

Pengajar Seni Asal Singapura Kunjungi Purwokerto, Terkesan dengan Karya Cipto Pratomo

Rabu, 13 Mei 2026

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com