PURWOKERTO – Pendaftaran bakal calon Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Purwokerto (Ikasmansa) periode 2026–2030 resmi ditutup pada 30 April 2026. Panitia mencatat 11 kandidat dari lintas angkatan mendaftar dalam proses penjaringan kali ini.
Para kandidat berasal dari alumni tahun 1990 hingga 2007. Panitia menilai tingginya antusiasme ini sebagai bentuk semangat berkontribusi terhadap kemajuan organisasi.
Dari 11 nama yang mendaftar, satu figur paling menonjol dan dikenal luas publik adalah Prof. Dr. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si. Pria kelahiran Banyumas, 7 September 1982, ini merupakan alumni SMA Negeri 1 Purwokerto tahun 2000.
Prof Norman: Wakil Rektor Unsoed yang Disebut Membumi
Meski disibukkan dengan dunia akademik, Norman dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dari berbagai kalangan. Rekan-rekannya di kampus dan lingkungan sosial di Banyumas akrab memanggilnya Argo. Ia dinilai memiliki pribadi low profile atau membumi.
Saat ini, Norman menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Posisi itu menjadikannya wakil rektor termuda dalam sejarah universitas tersebut.
Guru Besar Termuda Unsoed, Dikukuhkan Februari 2025
Unsoed mencetak sejarah dengan mengukuhkan Prof Norman sebagai salah satu dari 30 guru besar pada 18 Februari 2025. Ia menjadi profesor termuda dalam sejarah Unsoed.
Pengukuhannya sebagai Guru Besar dalam bidang Bioteknologi Reproduksi Ikan menjadi puncak karier akademik yang diraih dalam waktu kurang dari 10 tahun, sejak pertama kali menjadi dosen CPNS pada 2009.
Latar Belakang Pendidikan dan Beasiswa dari BJ Habibie
Norman menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen Sumberdaya Perairan di Unsoed (2004), S2 Biologi di Unsoed (2008, cum laude), serta S3 Bioteknologi di Universitas Gadjah Mada (2012, cum laude).
Selama studi doktoral, ia mendapat kesempatan riset sandwich di Nara Institute of Science and Technology, Jepang. Ia juga terpilih oleh Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, sebagai salah satu dari lima penerima beasiswa bidang bioteknologi dan kedokteran untuk program doktor di UGM.
Pada Januari 2025, di sela kesibukannya sebagai wakil rektor, Norman meraih gelar Insinyur dari Program Studi Insinyur Kehutanan Fakultas Kehutanan UGM.
Janji kepada Ayahanda
Keberhasilan Norman mencapai puncak akademik sebagai guru besar di usia muda tidak lepas dari janjinya kepada almarhum ayahanda, H. Sukandar. Ia bertekad memenuhi impian sang ayah untuk melihatnya menjadi profesor di usia muda.
Riset Kisspeptin untuk Ketahanan Pangan
Sebagai guru besar bidang Bioteknologi Reproduksi Ikan, Norman meneliti peran Kisspeptin dalam regulasi sistem hipotalamus-hipofisis-gonad (HPG) pada ikan air tawar. Hasil risetnya menunjukkan bahwa Kisspeptin mampu merangsang pelepasan hormon gonadotropin secara alami.
Temuan ini mendukung pemijahan dengan mekanisme yang lebih selaras dengan fisiologi ikan dibanding hormon sintetis lainnya. Kisspeptin berpotensi menjadi formula alternatif pengganti Ovaprim sebagai obat pendukung pemijahan yang lebih ramah lingkungan.
Analisis BLAST menunjukkan bahwa gen Kisspeptin ikan nilem memiliki kemiripan tinggi dengan Cyprinus carpio (93 persen). Penemuan ini diharapkan meningkatkan produktivitas budidaya ikan air tawar serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Penghargaan dan Pengabdian
Sepanjang kariernya, Norman menerima berbagai penghargaan. Pada 2018, ia dinobatkan sebagai Dosen Berprestasi Tingkat Fakultas dan Universitas dalam bidang Sosial Humaniora. Pada 2021, ia dianugerahi Satyalancana Karya Satya X Tahun atas pengabdiannya sebagai akademisi. (Angga Saputra)






