FOKUS UTAMA– Kabupaten Banyumas terus memperluas jejaring internasional. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, bertemu Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, di Kantor Kedutaan Besar Rusia, Jakarta, Senin (13/4/2026). Pertemuan ini menjadi tindak lanjut komunikasi awal antara Pemkab Banyumas dan Pemerintah Rusia.
Sadewo hadir bersama sejumlah pimpinan OPD dan tim percepatan pembangunan. Ia memaparkan potensi kerja sama di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, budaya, hingga investasi. “Kita paparkan potensi yang bisa dikerjasamakan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Fokus Pendidikan dan Budaya
Rusia menyatakan minat untuk menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dan sekolah Islam di Banyumas. Bahkan, muncul rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Rusia di Banyumas serta program beasiswa pertukaran pelajar.
Potensi Investasi
Dalam bidang infrastruktur dan kesehatan, Sadewo menawarkan proyek besar:
– Tol Pejagan–Cilacap sepanjang 95 km senilai Rp27 triliun
– Rumah sakit baru di lahan 2 hektar dengan kapasitas 100 kamar senilai Rp150 miliar
Sektor industri hijau dan energi juga menjadi sorotan:
– Kawasan industri UKM seluas 280 hektar senilai Rp100 miliar
– 15 mesin pengolah sampah berkapasitas 15 ton/hari senilai Rp115 miliar
– PLTMH berkapasitas 3,5 MW senilai Rp75 miliar
Selain itu, Pemkab Banyumas menawarkan konsep Integrated City Planning dengan empat kawasan pengembangan: Kota baru Gerilya Sudirman & technopark, Kawasan Pendidikan Unsoed, Revitalisasi Kota Tua Banyumas, serta Kawasan Wisata Baturraden.
Target Ekspor
Sadewo menegaskan kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk mencapai target ekspor Banyumas sebesar Rp1,6 triliun pada 2025/2026. “Kami berkomitmen terus mengembangkan interaksi bilateral ini demi kesejahteraan masyarakat Banyumas,” katanya. (Angga Saputra)








