PURWOKERTO– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FEB UMP) memperluas kontribusi akademiknya ke tingkat global melalui kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing.
Mengusung tema “Manajemen Waktu dan Work-Life Balance bagi Mahasiswa Internasional”, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara FEB UMP dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Tiongkok, dengan dukungan penuh dari KBRI Beijing.
Dalam acara tersebut, Dr. M. Hermin Endratno hadir sebagai narasumber utama. Ia menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk mengelola waktu, menjaga kesehatan mental, serta menyeimbangkan tuntutan akademik dengan kehidupan pribadi.
“Kunci keberhasilan studi di luar negeri bukan hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga bagaimana mahasiswa mampu mengelola dirinya secara utuh—baik waktu, energi, maupun kesehatan mental,” jelasnya.
Dekan FEB UMP, Prof. Dr. Naelati Tubastuvi, menegaskan bahwa pengabdian masyarakat kini tidak lagi terbatas pada lingkup lokal.
“Kami mendorong dosen untuk hadir dan memberikan manfaat tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi FEB UMP dalam membangun jejaring global sekaligus membawa nilai akademik ke komunitas diaspora Indonesia,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari perwakilan KBRI Beijing, Puspitasari, yang menilai program ini relevan dengan kebutuhan mahasiswa Indonesia di luar negeri. Sementara itu, perwakilan PCIM Tiongkok, Dienny Rahmani, menekankan pentingnya sinergi antar lembaga dalam menghadirkan program yang berdampak nyata bagi mahasiswa diaspora.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berkembang. Mahasiswa tidak hanya menyimak materi, tetapi juga berbagi pengalaman terkait tantangan studi di luar negeri.
Melalui kegiatan ini, FEB UMP berharap dapat terus memperluas peran strategisnya dalam pengabdian masyarakat lintas negara, sekaligus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang adaptif dan berorientasi global. (Angga Saputra)






