KEBUMEN – Suasana haru menyelimuti kawasan Pantai Setrojenar, Kebumen, Jumat (3/4/2026). Sejumlah warga yang merupakan kerabat dekat dua korban hilang terseret ombak menggelar doa bersama di tepi pantai.
Kegiatan itu berlangsung di tengah operasi pencarian hari kedua yang dilakukan tim SAR gabungan. Hingga sore hari, dua anak bernama Ikhsan Nur Awali (11) dan Andika Rizki Maulana (11) masih belum ditemukan.
Tim SAR Sisir Laut dan Pantai
Operasi SAR hari kedua dipimpin oleh Trisno dari Kantor SAR Cilacap. Tim memfokuskan penyisiran laut dari titik lokasi terakhir korban diketahui (Last Known Position/LKP) ke arah timur dan barat.
Selain itu, tim juga melakukan pemantauan di sepanjang garis pantai untuk memperluas area pencarian.
Drone Thermal Dikerahkan
Dalam upaya memaksimalkan pencarian, tim SAR gabungan mengoptimalkan penggunaan drone thermal. Alat ini membantu mendeteksi keberadaan korban dari udara, khususnya di area yang sulit dijangkau.
“Seluruh unsur yang terlibat terus berupaya maksimal dengan tetap memperhatikan keselamatan selama pelaksanaan operasi,” ujar Trisno.
Namun hingga laporan ini disampaikan, hasil pencarian masih nihil. Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan evaluasi serta penyesuaian strategi sesuai kondisi di lapangan.
Kronologi : Bermain di Tepi Pantai, Terseret Ombak Besar
Kecelakaan laut ini bermula pada Kamis (2/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Tiga anak asal Desa Banjurmukadan, Kecamatan Buluspesantren, awalnya berwisata di Pantai Brencong.
Mereka kemudian bergeser ke arah barat menuju area antara Pantai Brencong dan Pantai Setrojenar yang relatif sepi. Saat bermain di tepi pantai, tiba-tiba datang ombak besar yang menyeret ketiganya ke laut.
Seorang pemancing yang kebetulan berada di lokasi berhasil menyelamatkan satu korban bernama Regi Maulana (11). Namun dua anak lainnya masih belum ditemukan hingga hari kedua pencarian. (Angga Saputra)







