BANYUMAS – Inovasi dalam program ketahanan pangan yang digagas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Artho Berkah, Desa Sokaraja Kidul, Kecamatan Sokaraja, mulai menunjukkan hasil nyata. Panen perdana komoditas melon pada hari ini, Kamis (26/3/2026) tidak hanya menghasilkan ratusan kilogram buah, tetapi juga sukses menjadi destinasi agrowisata yang menarik antusiasme warga.
Kegiatan yang dikemas sebagai wisata petik melon ini memungkinkan pengunjung untuk memetik langsung buah dari kebun greenhouse milik desa. Suasana kebun tampak ramai oleh warga yang ingin merasakan sensasi memanen langsung hasil pertanian lokal.
Direktur BUMDes Sumber Artho Berkah, Adiyanto Agung, mengungkapkan bahwa dari 800 batang melon yang dibudidayakan, panen perdana ini menghasilkan sekitar 400 kilogram buah berkualitas.
“Penanaman dimulai pada 21 Januari 2026, dengan masa tanam kurang lebih 65 hari. Ini adalah langkah awal implementasi program ketahanan pangan desa secara konkret,” ujar Agung.
Budidaya ini menggunakan bibit melon jenis White Kirin yang ditanam di greenhouse. Proses penanaman yang dilakukan pada 20 Januari 2026 itu mendapat pendampingan dari Petugas Lapangan Desa (PLD), tenaga ahli, serta pengelola greenhouse setempat. Menurut Agung, pendampingan ini penting untuk memastikan penerapan teknik budidaya yang tepat guna mengoptimalkan produktivitas pertanian modern.
“Kami berharap unit usaha pertanian ini tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mampu berkontribusi signifikan terhadap peningkatan perekonomian desa,” imbuhnya.
Rangkaian panen perdana tersebut turut dihadiri oleh Camat Sokaraja, Sunarno, S.H., M.AP., beserta jajaran, Kepala Desa Sokaraja Kidul, Mujino, serta para pengawas dan pengurus BUMDes. Pemerintah desa menyampaikan apresiasi dan berharap budidaya melon ini dapat terus dikembangkan sebagai potensi wisata edukasi yang memperkuat ekonomi masyarakat.

Ekspansi Besar-besaran Pasca Raih Laba Rp85 Juta
Di balik kesuksesan panen ini, BUMDes Sumber Artho Berkah tengah menunjukkan fondasi yang semakin kokoh di bawah kepemimpinan Adiyanto Agung Cahyadi. Dengan mengusung visi menjadi BUMDes terpercaya dan terkemuka, serta memiliki akses jaringan pemasaran luas, lembaga ini kini memasuki fase ekspansi.
Capaian positif terlihat dari Laporan Pertanggungjawaban Tahun 2025 yang mencatat laba bersih sebesar Rp85.039.000. Angka ini menjadi simbol meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap efektivitas pengelolaan usaha desa.
Memasuki tahun 2026, BUMDes tidak hanya mengandalkan sektor pertanian. Dengan mengantongi penyertaan modal dari Dana Desa sebesar Rp235.065.000 untuk mendukung program ketahanan pangan, pihak pengurus menyiapkan sejumlah unit usaha baru yang lebih variatif.
“Kami fokus pada lima pilar utama: memperbesar modal kerja, memperluas basis pelanggan, memperkuat SDM, menjalin kerja sama, serta sosialisasi layanan. BUMDes harus membangun ekosistem bisnis desa yang berkelanjutan, tidak sekadar memiliki unit usaha,” tegas Agung.
Beberapa unit usaha baru yang dalam tahap persiapan tahun ini antara lain budidaya melon hidroponik, perikanan lele, Payment Point Online Bank (PPOB), serta pengajuan kerja sama sebagai Mitra Samsat Budiman. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi BUMDes sebagai penggerak utama ekonomi di wilayah Sokaraja Kidul. (Angga Saputra)









