BANYUMAS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas menegaskan komitmen memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik. Tahun ini, porsi program zakat produktif dinaikkan menjadi 50 persen, dari sebelumnya 30 persen.
Ketua BAZNAS Banyumas, Khanasanatul Mufidah, menyampaikan kebijakan ini agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi memberi dampak ekonomi berkelanjutan bagi penerima manfaat.
Media Jadi Mitra Strategis
Dalam pertemuan dengan insan media, Mufidah mengapresiasi peran jurnalis yang selama ini membantu menyebarkan informasi program BAZNAS.
“Teman-teman media luar biasa membantu kami dari balik layar. Kehadiran mereka membuat pesan zakat menjangkau lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, media memiliki jangkauan dakwah yang lebih efektif dibandingkan ceramah konvensional.
Banyumas Tertinggi di Jateng
Mufidah mengungkapkan, Banyumas masih menempati posisi tertinggi dalam pengumpulan zakat di Jawa Tengah.
“Ini amanah besar. Dana zakat harus benar-benar memberi manfaat luas,” katanya.
Karena itu, program konsumtif dikurangi, sementara bantuan usaha kecil seperti kopi, laundry, dan UMKM diperkuat.
Dorong Kemandirian Mustahik
Program produktif diharapkan mendorong mustahik mandiri secara ekonomi. “Bantuan sembako memang membantu, tapi tidak berkelanjutan. Usaha kecil bisa memberi dampak jangka panjang,” jelas Mufidah.
Sejumlah program konsumtif, termasuk pemberian bingkisan kepada kiai, ditiadakan tahun ini. Namun, ia menegaskan peran ulama tetap vital dalam membangun kesadaran berzakat. (Angga Saputra)









