BANYUMAS – Rutan Kelas IIB Banyumas menyemarakkan Ramadhan 1447 H dengan shalat tarawih berjamaah bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual, sekaligus wujud sinergi dengan Kementerian Agama RI dan PC Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto.
Pembinaan Spiritual di Balik Jeruji
Setiap malam, rangkaian dimulai dengan shalat Isya berjamaah, dilanjutkan tarawih dan tausiyah singkat. Pesan moral dan motivasi Ramadhan diharapkan menjadi momentum perubahan bagi WBP.
Ustadz Ismail dari Al Irsyad menekankan: “Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri. Semoga melalui tarawih dan pembinaan rohani, hati lebih tenang dan pikiran lebih jernih.”
Faidus Sa’ad, Penyuluh Agama Islam Kemenag Banyumas, menegaskan pembinaan spiritual adalah hak WBP.
“Kami hadir untuk memastikan hak pembinaan rohani tetap terpenuhi. Sinergi ini memperkuat keimanan dan menjadi bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Antusiasme WBP
Partisipasi aktif WBP terlihat setiap malam. Seorang WBP berinisial I (22) mengaku kegiatan ini memberi ketenangan batin.
“Ramadhan kali ini ingin saya jadikan momen memperbaiki diri dan menata masa depan,” tuturnya.
Humanisasi Pemasyarakatan
Kasubsi Pelayanan Tahanan, Sigit Purwanto, mewakili Kepala Rutan Anggi Febiakto, menegaskan tarawih rutin adalah bagian dari sistem pemasyarakatan yang humanis.
“Kami berharap kegiatan ini membentuk karakter WBP lebih religius, disiplin, dan sadar untuk berubah,” jelasnya.
Dengan tarawih rutin sepanjang Ramadhan, Rutan Banyumas ingin memastikan pembinaan mental dan spiritual berjalan maksimal. Program ini menjadi bukti bahwa pemasyarakatan tidak hanya soal fisik dan administratif, tetapi juga pembinaan akhlak dan keimanan sebagai bekal hidup lebih baik setelah bebas. (Angga Saputra)









