INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Bekas Rumah Dinas Rutan di Banyumas Disulap Jadi Kafe Pemberdayaan Warga Binaan

Bekas Rumah Dinas Rutan di Banyumas Disulap Jadi Kafe Pemberdayaan Warga Binaan

Seorang pekerja menyajikan minuman kepada pelanggan di Kafe Griya Abipraya, Banyumas, Selasa (17/2/2026). (istimewa)

Selasa, 17 Februari 2026

Sebuah bangunan tua di kawasan Kota Lama, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kini tak lagi sekadar menyisakan cerita masa lalu. Bekas rumah dinas Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banyumas itu bertransformasi menjadi kafe bernama Griya Abipraya, sebuah ruang usaha yang juga menjadi pusat pemberdayaan bagi warga binaan.

Tak seperti kafe pada umumnya, tempat ini dikelola oleh Kriya Abibraya Kota Lama Banyumas berkolaborasi dengan Bapas Purwokerto dan kelompok masyarakat peduli pemasyarakatan. Para pegawai di sini adalah klien pemasyarakatan yang telah mendapatkan disposisi dan menjalani masa asimilasi. Mereka kembali produktif, mengisi waktu dengan kegiatan positif di tengah masyarakat.

Wahyu Baharudin, pengelola Griya Abipraya, mengatakan bahwa kehadiran tempat ini bukan semata tentang mencari keuntungan.

“Kami ingin menghadirkan ruang usaha yang bernilai ekonomi sekaligus sosial. Harapan kami, kehadiran tempat ini bisa mengubah stigma masyarakat terhadap mantan narapidana. Kami ingin menunjukkan bahwa mereka mampu bekerja, mandiri, dan memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (17/2/2026).

Para warga binaan diberdayakan di sejumlah bidang. Ada yang bertugas di layanan cuci mobil dan motor, ada pula yang terjun langsung mengelola dapur dan pelayanan kafe. Suasana kekeluargaan terasa kental ketika para pekerja saling bahu-membahu melayani pengunjung yang datang silih berganti.

Salah satu pekerja, Tetuko, mengaku bersyukur mendapat kesempatan ini. Setelah menjalani asimilasi, ia kini kembali bekerja—berbekal pengalaman di bidang food and beverage saat merantau di Jakarta.

“Di sini saya belajar banyak, tidak hanya soal menyiapkan pesanan, tapi juga bagaimana berinteraksi dengan pelanggan. Ke depan, saya ingin punya usaha sendiri dari ilmu yang saya dapat di sini,” tuturnya penuh semangat.

Kafe ini menawarkan beragam menu dengan harga ramah kantong, mulai dari Rp8.000 hingga Rp20.000. Menu andalan seperti sop daging kulit sapi atau “kultik”, nasi goreng, dan aneka hidangan hangat lainnya menjadi favorit pelanggan terutama saat musim hujan atau menjelang waktu berbuka puasa. Dalam sehari, penjualan menu unggulan bisa mencapai 30 hingga 40 porsi.

Lokasinya yang strategis di pusat kota, tepat bersebelahan dengan Rutan Banyumas, membuat kafe ini mudah diakses. Handayani, salah satu pelanggan, mengaku baru pertama kali mencoba sop kultik di tempat ini.

“Rasa kuahnya segar, dagingnya empuk. Harganya juga murah, cocok buat kantong mahasiswa. Yang bikin tambah nyaman, pelayanannya ramah,” ujarnya.

Program pemberdayaan ini diharapkan menjadi jembatan bagi mantan narapidana untuk kembali diterima di lingkungan sosial. Pengelola optimistis, dengan kesempatan dan dukungan bersama, warga binaan mampu bangkit, mandiri, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Kafe Griya Abipraya pun menjadi bukti nyata: sebuah bangunan tua tak hanya berganti fungsi, tapi juga melahirkan harapan baru. (Alri Johan)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Musim Tak Lagi Teratur, Banyumas Perlu Mitigasi Jangka Panjang

Selanjutnya

Sambut Ramadan 1447 H, Wabup Banyumas Dwi Asih Lintarti Ziarah ke Makam Orang Tua

TERBARU

Janji Lolos Polri, Warga Banyumas Tertipu Rp125 Juta

Janji Lolos Polri, Warga Banyumas Tertipu Rp125 Juta

Jumat, 10 April 2026

Perang Lawan 15.000 Anak Tak Sekolah, Dinas Pendidikan Banyumas Terjunkan “Pasukan Guru” ke Desa

Perang Lawan 15.000 Anak Tak Sekolah, Dinas Pendidikan Banyumas Terjunkan “Pasukan Guru” ke Desa

Jumat, 10 April 2026

Potensi Bahaya di Jembatan Rel Prupuk–Linggapura, KAI Hentikan Sementara Satu Jalur

Potensi Bahaya di Jembatan Rel Prupuk–Linggapura, KAI Hentikan Sementara Satu Jalur

Jumat, 10 April 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Senin, 16 Maret 2026

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Sabtu, 4 April 2026

Selanjutnya
Sambut Ramadan 1447 H, Wabup Banyumas Dwi Asih Lintarti Ziarah ke Makam Orang Tua

Sambut Ramadan 1447 H, Wabup Banyumas Dwi Asih Lintarti Ziarah ke Makam Orang Tua

Hilal Ramadan 1447 H Masih di Bawah Ufuk, Kemenag: Mustahil Terlihat

Hilal Ramadan 1447 H Masih di Bawah Ufuk, Kemenag: Mustahil Terlihat

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com