PURWOKERTO – Menjelang bulan Ramadan, permintaan kelapa muda di Purwokerto meningkat tajam. Sejumlah pedagang di Jalan Adiyaksa, Kelurahan Kranji, Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, mengaku penjualan naik seiring cuaca panas yang melanda beberapa pekan terakhir.
Suasana lapak pedagang kelapa muda di kawasan tersebut terlihat ramai pembeli. Masyarakat memilih minuman alami untuk menjaga stamina dan mencegah dehidrasi, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Salah satu pedagang, Tono, warga Kebumen yang tengah menjalani masa Pembebasan Bersyarat (PB) setelah vonis 20 tahun penjara, kini menekuni usaha berjualan es kelapa muda. Dengan dukungan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Purwokerto dan Pokmas Lipas Jawa Tengah, Tono berusaha mandiri melalui usaha ini.
“Alhamdulillah, menjelang Ramadan penjualan kelapa muda meningkat, apalagi kalau cuaca panas. Dalam sehari bisa terjual sekitar 20 sampai 30 butir,” ungkap Tono. Ia menyediakan kelapa hijau dan kelapa merah, dengan harga Rp5.000 per gelas dan Rp10.000 per butir.
Selain untuk melepas dahaga, banyak pelanggan membeli kelapa muda karena alasan kesehatan. Minuman ini dipercaya membantu memulihkan kondisi tubuh, termasuk setelah sakit atau keracunan makanan.
Salah satu pelanggan, H Djoko Susanto, mengaku rutin mengonsumsi kelapa muda merah. “Saya pilih kelapa muda merah karena dipercaya bagus untuk kesehatan, membantu menetralisir racun dalam tubuh dan menjaga daya tahan. Menjelang puasa juga supaya stamina tetap terjaga,” kata Djoko yang merupakan advokat kondang di Banyumas ini.
Meningkatnya penjualan kelapa muda menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang sekaligus menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan secara alami menjelang Ramadan.
Bagi Tono, usaha ini juga menjadi bagian dari perjuangan panjang untuk melewati masa PB sekitar tujuh tahun ke depan hingga bebas murni. (Angga Saputra)









