BANYUMAS – Kondisi hutan di Gunung Slamet, gunung berapi tertinggi kedua di Pulau Jawa, kian memprihatinkan akibat penggundulan dan alih fungsi lahan. Selama 2001 hingga kini, tercatat hilang sekitar 13,7 km² hutan di lima kabupaten lingkar Slamet: Purbalingga, Pemalang, Tegal, Brebes, dan Banyumas. Dampaknya, risiko longsor dan banjir semakin besar.
Menjawab situasi ini, komunitas Save Slamet meluncurkan peta interaktif berbasis Google Maps yang bisa diakses lewat smartphone. Peta ini memungkinkan masyarakat ikut memantau kondisi hutan secara real-time.
“Cukup klik link peta dan pilih mode Satellite, pengguna bisa melihat apakah hutan masih hijau atau sudah berubah jadi ladang gundul,” jelas Hendy TR, pegiat lingkungan sekaligus juru bicara Save Slamet.
Inisiatif ini hadir seiring program rehabilitasi hutan yang baru diumumkan Pemprov Jawa Tengah. Selain itu, isu deforestasi di lereng Slamet juga terkait proyek geothermal yang diperkirakan mengonversi lebih dari 600 hektar lahan, termasuk pembangunan jalan akses.
Save Slamet berharap peta ini mendorong kolaborasi lintas sektor. “Pemantauan partisipatif akan menghasilkan data akurat, menjadi dasar penegakan hukum terhadap alih fungsi ilegal, sekaligus mendukung pemulihan hutan berbasis masyarakat,” tambah Hendy.
Menurut Hendy, peta ini telah disesuaikan dengan tingkat transparansi layer yang optimal, sehingga pengguna dapat “mengintip” kondisi sebenarnya di balik batas administratif hutan.
“Inisiatif ini datang di saat yang tepat, mengingat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah baru-baru ini mengumumkan program rehabilitasi hutan Gunung Slamet untuk mencegah longsor, dengan fokus pada penanaman kembali di zona lindung dan produksi yang menipis,” tegas Hendy.
Selain itu, isu deforestasi di lereng Slamet juga terkait dengan proyek geothermal, di mana konversi lahan diperkirakan mencapai lebih dari 600 hektar, termasuk pembangunan jalan akses yang merusak ekosistem.
Dengan peta ini, Save Slamet berharap dapat mendorong kolaborasi lintas sektor.
“Pemantauan partisipatif ini akan menghasilkan data akurat yang bisa menjadi dasar solusi jitu, seperti penegakan hukum terhadap siapapun pelaku alih fungsi ilegal dan program pemulihan hutan berbasis masyarakat,” tambah Hendy.
Bagi yang ingin ikut memantau, berikut link peta custom per kabupaten:
Kawasan Hutan Purbalingga: https://goo.gl/maps/8z9aMA9WxzktSwwK9?g_st=ac
Kawasan Hutan Pemalang: https://goo.gl/maps/u8ucepxvzycDFRPT9?g_st=ac
Kawasan Hutan Tegal: https://goo.gl/maps/bCxrjk3Km87qbTVn9?g_st=ac
Kawasan Hutan Brebes: https://goo.gl/maps/VAHhrEdNBsgwamji9?g_st=ac
Kawasan Hutan Banyumas: https://goo.gl/maps/2UcNKZT45o3qDURE6?g_st=ac
Setelah membuka link, pilih Map Type: Satellite untuk melihat kondisi terkini.
Save Slamet mengajak semua pihak untuk bergabung dalam kegiatan pemantauan ini. Mari kita selamatkan Gunung Slamet sebelum terlambat. Pemantauan bersama adalah kunci pemulihan hutan yang berkelanjutan. (Angga Saputra)









