FOKUS UTAMA – Polemik hadiah utama Jalan Sehat Semangat Merah Putih HUT ke-80 RI di Menara Teratai, Purwokerto, akhirnya selesai. Owner Event Organizer (EO) BOS, Najmudin alias Sena, menegaskan seluruh hadiah, termasuk mobil Honda Brio dan paket umroh, sudah dituntaskan, Jum’at (13/2/2026) hari ini.
Sebelumnya, Yulia Nurul, warga Sudagaran, Banyumas, yang memenangkan undian mobil pada 24 Agustus 2025, belum menerima hadiah karena pembayaran panitia ke dealer belum lunas. Polemik juga muncul terkait hadiah umroh untuk Noviyanti, warga Desa Keniten, Kedung Banteng, yang disebut diganti uang tunai Rp10 juta.
Menanggapi isu tersebut, Sena meminta maaf kepada masyarakat Banyumas. Ia menekankan bahwa masalah hadiah sepenuhnya tanggung jawab panitia dan EO, bukan Pemkab Banyumas.
“Tidak ada kaitannya dengan Pemda. Masalah keuangan adalah internal panitia,” ujar Sena usai menyelesaikan administrasi kekurangan pembayaran unit Mobil Honda Brio di Dealer Honda Istana Carindo, Jum’at (13/2/2026)
Dalam penyelesaian kekurangan pembayaran oleh Sena, pihak pemenang Yulia Nurul dan suaminya, Fuad didampingi kuasa hukumnya juga hadir.
Hadiah Umroh dari EO, Bukan Sekda

Terkait hadiah umroh yang disebut dialihkan menjadi uang tunai, Sena menjelaskan bahwa pada prinsipnya hadiah umroh tidak boleh diuangkan. Namun, menurutnya, panitia mengambil kebijakan setelah mempertimbangkan kondisi ekonomi pemenang.
“Sebetulnya hadiah umroh tidak boleh dialihkan atau diuangkan. Tetapi setelah melihat kondisi pemenang yang dinilai belum memungkinkan berangkat, panitia secara bijaksana menyepakati penggantian dalam bentuk uang sebesar Rp10 juta,” jelasnya.
Ia juga meluruskan kabar yang menyebut dana tersebut berasal dari Sekda Banyumas. Menurut Sena, uang tersebut merupakan dana pribadinya yang dimediasi melalui Sekda karena pencairan dilakukan pada malam hari.
“Itu murni uang saya. Bukan Pak Sekda yang menalangi. Hanya ditransfer melalui rekening beliau karena kondisi saat itu sudah malam. Bahkan beliau sudah menyampaikan bahwa itu uang Pak Sena,” tegasnya.
Sena menambahkan, seluruh konsekuensi finansial menjadi tanggung jawabnya sebagai penyelenggara. Ia mengaku memprioritaskan penyelesaian hadiah karena menyangkut kepercayaan masyarakat dan nama baik Pemkab Banyumas, mengingat kegiatan tersebut berlangsung dalam rangkaian peringatan 17 Agustus.
“Kami fokus menyelesaikan kewajiban hadiah terlebih dahulu karena ini menyangkut masyarakat dan kepercayaan publik,” pungkasnya.
Sementara itu, terkait hadiah umroh yang dialihkan menjadi uang, Sena menjelaskan keputusan diambil setelah mempertimbangkan kondisi ekonomi pemenang yakni Noviyanti, warga Desa Keniten Kecamatan Kedung Banteng.
Sena juga meluruskan terkait adanya kabar bahwa dana untuk Noviyanti berasal dari Sekda Banyumas.
“Itu murni uang saya, hanya ditransfer lewat rekening Pak Sekda karena pencairan uang dalam bentuk cash dilakukan malam hari dan pemenang meminta untuk ditransfer,” tegasnya.
Sena menambahkan, seluruh konsekuensi finansial menjadi tanggung jawabnya sebagai penyelenggara. Ia mengaku memprioritaskan penyelesaian hadiah demi menjaga kepercayaan publik dan nama baik Pemkab Banyumas.
“Kami fokus menyelesaikan kewajiban hadiah terlebih dahulu karena ini menyangkut masyarakat dan kepercayaan publik,” pungkasnya. (Angga Saputra)









