PURWOKERTO – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Laznas Abulyatama Perwakilan Jawa Tengah mengawali rangkaian kegiatan sosial dengan memberikan santunan kepada 20 anak yatim binaan, Kamis (12/2/2026).
Santunan berupa uang tunai dan paket sembako diserahkan langsung di The Garden Purwokerto. Kegiatan ini bertepatan dengan penyerahan Surat Keputusan Operasional Laznas Abulyatama Perwakilan Jawa Tengah oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.
Ketua Laznas Abulyatama Jawa Tengah, M Rizki Maulana, menyebut kegiatan ini merupakan program rutin bulanan yang semakin dimaknai menjelang Ramadan.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersilaturahim sekaligus berbagi dengan 20 anak yatim binaan. Santunan ini rutin kami salurkan, dan menjelang Ramadan kami ingin keberkahannya semakin terasa,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, pihaknya menyiapkan program spesial bertajuk Yatim Fest yang akan digelar selama Ramadan. Rencananya, kegiatan ini akan melibatkan sedikitnya 250 anak yatim dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.
“Konsepnya menyenangkan. Anak-anak akan diajak berbelanja baju baru, lalu diakhiri buka puasa bersama. Ini bentuk kebahagiaan yang ingin kami bagi,” terang Rizki.
Pilih Purwokerto sebagai Pusat Operasional
Meski secara administratif ibu kota Jawa Tengah berada di Semarang, Laznas Abulyatama justru memilih Purwokerto sebagai pusat operasional perwakilan. Keputusan ini diambil setelah melalui analisis kesiapan tim dan potensi strategis wilayah.
CEO Laznas Abulyatama Indonesia, Sudarmanto, menjelaskan bahwa Purwokerto dinilai lebih siap dari sisi kelembagaan dan memiliki potensi pengelolaan zakat yang besar.
“Awalnya kami membidik Semarang, tapi Purwokerto menunjukkan kesiapan yang lebih matang. Kami optimis kantor perwakilan ini bisa memperkuat gerakan zakat dan mendukung program pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah,” jelasnya.
Dengan hadirnya kantor perwakilan resmi ini, Laznas Abulyatama berkomitmen mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat untuk kemaslahatan umat, khususnya anak yatim dan dhuafa. (Angga Saputra)









