BANYUMAS -Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menunjukkan kepeduliannya terhadap para penyandang thalassemia dengan mendorong terwujudnya pelayanan istimewa yang memudahkan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien, khususnya saat menjalani transfusi darah maupun pemeriksaan rutin.
Hal tersebut secara tegas ia tekankan pada pelantikan pengurus Yayasan Thalassaemia Indonesia (YTI) Cabang Banyumas dan Persatuan Orang Tua Penyandang Thalassaemia Cabang Banyumas periode 2026-2031 pada Rabu (11/2/26) di Pendopo Si Panji
Sadewo menuturkan perjuangan mendampingi penyandang thalassaemia bukanlah hal yang mudah, bukan juga perjuangan jangka pendek. Ini adalah proses yang membutuhkan konsistensi, kepedulian, dan kerja bersama antara anak-anak thalassaemia dan keluarga
‘’Kita patut bersyukur karena di Kabupaten Banyumas telah memiliki fasilitas pelayanan thalassaemia di RSUD Banyumas. Hal ini tentunya harus di dorong dengan pelayanan yang baik dan optimal dengan fasilitas yang mewadai,’’ ucapnya
Sadewo berujar, para penyandang thalassemia harus diberikan fasilitas yang nyaman, karena rumah sakit dapat diibaratkan seperti rumah kedua, karena seumur hidup harus melakukan transfusi darah
‘’Buatlah ruang perpusatakan agar semakin nyaman, TV agar pasien tidak bosan. Kalau butuh apa-apa bilang Saya. Nanti pasti Saya usahakan,’’ tekannya
Sementara itu Kepala Ruang Thalasemia RSUD Banyumas, Susilowati menjelaskan sejauh ini terdapat 631 pasien thalassemia yang ditangani RSUD Banyumas dengan rata-rata per harinya sebanyak 32 pasien
‘’Saat ini terdapat 38 bed di RSUD Banyumas, dan untuk fasilitas alhamdulillah sudah lengkap, untuk ruang perpustakaan sudah kami siapkan. Tinggal mengisi rak-rak dengan buku,’’ ujarnya
Ia berujar untuk saat ini jumlah pasien thalassemia didominasi usia anak-anak dengan 377 pasien, sementara pasien dewasa sejumlah 254 pasien
‘’Kalau hari Sabtu pasien bisa mencapai 40 karena kan hari libur sekolah ya. Tapi masih aman dan dapat kami kondisikan,” ucapnya

Ketua YTI, Nuraeni Tri Haryanti Sadewo juga menuturkan nantinya Yayasan YTI dengan kepengurusan yang baru saja dilantik akan menjadi jembatan yang menghubungkan penyandang thalassaemia dengan berbagai pihak yang peduli.
‘’Melalui kepengurusan yang baru ini, kami berharap Yayasan Thalassaemia Indonesia cabang Banyumas dapat semakin terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi. Sinergi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, serta masyarakat luas menjadi kunci agar upaya yang kita lakukan dapat berjalan searah dan saling menguatkan,’’ ungkapnya
Ke depan, Eni berharap Banyumas dapat menjadi daerah yang tidak hanya memiliki layanan thalassaemia yang baik, tetapi juga memiliki masyarakat yang peduli, inklusif, dan siap mendukung para penyandang thalassaemia untuk tetap tumbuh, belajar, dan berkarya sesuai dengan kemampuan mereka.
‘’Agenda kedepan kami akan membicarakan mengenai program-program pada kepengurusan yang baru,’’ ungkapnya. (redaksi)









