BANYUMAS – Sejumlah desa di Kabupaten Banyumas dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Keindahan alam, kearifan lokal, serta tradisi budaya yang masih terjaga menjadi daya tarik utama wisata berbasis masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Bapperida mendorong desa-desa untuk memetakan potensi, meningkatkan kapasitas SDM, menata lingkungan, dan memperkuat promosi wisata.
Kepala Bidang Perekonomian dan SDA, Ciptaning Dasyandani, M.Si, menyebut pihaknya rutin melakukan monitoring dan evaluasi. “Kami melihat kesiapan sarana prasarana, memberi rekomendasi perbaikan, serta mengukur kontribusi desa wisata terhadap ekonomi masyarakat,” ujarnya, Sabtu (7/2).
Dua Desa Prioritas
Untuk tahun 2026, ada dua desa yang menjadi fokus pengembangan:
– Desa Pancasan, Kecamatan Ajibarang
Memiliki potensi mata air jernih yang melimpah. Kepala Desa Sukirno menyampaikan, sumber air ini sudah dimanfaatkan untuk kolam renang, perikanan, pertanian, bahkan distribusi PDAM sejak 1980-an. “Kami berharap potensi ini bisa dikembangkan menjadi desa wisata dan industri agar lebih maju,” katanya.
– Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok
Dikenal sebagai desa Mina Padi dan sentra perikanan. Produk olahan seperti keripik ikan nila dan ice cream nila sudah berkembang. Sekretaris Desa Anggoro Agus Triono, ST menekankan perlunya perbaikan administrasi Pokdarwis dan BUMDes serta dukungan infrastruktur.
“Dana desa kami turun signifikan, jadi pengelolaan anggaran akan difokuskan untuk pengembangan wisata,” jelasnya.
Dengan dukungan lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, desa wisata di Banyumas diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga sekaligus melestarikan budaya serta lingkungan lokal. (Angga Saputra)










